NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Indeks Artikel

Temukan semua artikel keislaman terbaru

Menampilkan 12 artikel (Halaman 894 dari 1030)
Hukum Maulid (Muludan) Menurut Pakar Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani
Syariah

Hukum Maulid (Muludan) Menurut Pakar Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani

Hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan maulid atau muludan yang diperingati umat Islam setiap tahunnya menarik diskusi pelbagai bidang, tidak terkecuali perihal status hukumnya. Sebenarnya pembahasan hukum pelaksaan maulid tidak perlu kalau peringatan itu diisi dengan zikir, shalawat, baca Al-Quran, taushiyah ketakwaan, silaturahmi, atau sedekah. Semua itu baik, tinggal dilaksanakan

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi
Syariah

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi

"Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi, yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan membaca kisah Nabi SAW pada  permulaan perintah Nabi SAW serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, adalah bid’ah hasanah. Diberi pahala orang yang memperingatinya karena bertujuan untuk mengangungkan Nabi SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran Beliau.”

Baca Subhanallah atau Masya Allah saat Saksikan Keindahan?
Bahtsul Masail

Baca Subhanallah atau Masya Allah saat Saksikan Keindahan?

Saya pernah membuat status atau pm di bbm yang intinya menyatakan keindahan dengan menulis "Subhanallah". Lalu teman mengirim pesan, “Kok ‘Subhanallah?’ ‘Masya Allah’ dong, coba kamu buka Google.” Sementara membalas pesan itu, saya bertahan pada pendirian saya. Kami berdebat setelah itu. Pertanyaan saya, untuk menyatakan keindahan itu "Subhanallah" atau "Masya Allah?" Terima kasih.