Teman Terbaik saat Duduk
Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku.
‘Sedikit pujian untuk Rasulullah SAW oleh tinta emas//di atas mata uang dibanding goresan indah di buku-bukuOrang-orang mulia terkemuka bangkit saat mendengar namanya//berdiri berbaris atau bersimpuh di atas lutut’
Hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan maulid atau muludan yang diperingati umat Islam setiap tahunnya menarik diskusi pelbagai bidang, tidak terkecuali perihal status hukumnya. Sebenarnya pembahasan hukum pelaksaan maulid tidak perlu kalau peringatan itu diisi dengan zikir, shalawat, baca Al-Quran, taushiyah ketakwaan, silaturahmi, atau sedekah. Semua itu baik, tinggal dilaksanakan
Pertama-tama yang harus dipahami adalah bahwa dalam konteks ini ada dua permasalahan. Pertama menyangkut soal dua orang berlainan jenis yang bukan mahram melakukan khalwat atau berduaan di tempat sepi. Kedua, menyangkut status hukum shalat berjamaahnya.
Assalamu ‘alaikum wr. wb. redaksi bahtsul masail NU Online yang terhormat. Apa hukumnya mengumandangkan azan atau iqamah ketika ingin melaksanakan shalat fardhu secara sendiri? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Hanya orang-orang beruntung yang kelak meminum air telaga Al-Kautsar. Bagaimana tidak, air telaga ini sangat berkhasiat sesuai kebutuhan semua manusia pertama hingga manusia terakhir dalam menjalani huru-hara hari Kiamat. Tetapi hanya orang istimewa yang meminum air Al-Kautsar langsung dari tangan pemiliknya, Nabi Muhammad SAW.
"Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi, yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan membaca kisah Nabi SAW pada permulaan perintah Nabi SAW serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, adalah bid’ah hasanah. Diberi pahala orang yang memperingatinya karena bertujuan untuk mengangungkan Nabi SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran Beliau.”
"Allah sengaja menjadikan dunia ini sebagai tempat perubahan dan sumber kekeruhan agar kau tidak terpaut dengannya." [Syekh Ibnu Athai’illah as-Sakandari, dalam al-Hikam]
Para ustadz, teruslah menebar harapan akan ampunan ilahi. Jangan tutup pintu surga saat kami masih terus berprasangka baik padaNya. Para ulama, jangan renggut harapan kami akan ampunanNya. Kami pernah berlari meninggalkanNya tapi kami masih bisa membalik badan kepadaNya. Para habib, jangan pandang kami seperti manusia hina. Kalaupun kami pantas masuk neraka, kami tetap berharap dan berprasangka baik kepadaNya
Kita kadang harus terhenti di tengah perjalanan sebelum sampai di kota tujuan karena sejumlah alasan dan terpaksa bermalam. Kita kadang terpaksa bermalam di sebuah penginapan untuk sebuah acara tertentu. Dalam keadaan seperti ini kita harus tetap berlindung kepada Allah SWT.
Saya pernah membuat status atau pm di bbm yang intinya menyatakan keindahan dengan menulis "Subhanallah". Lalu teman mengirim pesan, “Kok ‘Subhanallah?’ ‘Masya Allah’ dong, coba kamu buka Google.” Sementara membalas pesan itu, saya bertahan pada pendirian saya. Kami berdebat setelah itu. Pertanyaan saya, untuk menyatakan keindahan itu "Subhanallah" atau "Masya Allah?" Terima kasih.
Assalamu ‘alaikum wr. wb. Selamat siang redaksi bahtsul masail NU Online yang terhormat. Saya mau bertanya. Kenapa dalam beberapa ayat Al-Qur'an Allah menyebut diri-Nya dengan kata ganti “Kami”. Mohon penjelasannya? Terima kasih banyak. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abang Juri).