Internasional

KBRI Islamabad Gelar Shalat Id dan Halal Bihalal, Fasilitasi WNI di Tengah Pembatasan Akses

NU Online  ·  Ahad, 22 Maret 2026 | 20:30 WIB

KBRI Islamabad Gelar Shalat Id dan Halal Bihalal, Fasilitasi WNI di Tengah Pembatasan Akses

Suasana shalat Id di KBRI Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (21/3/2026). (Foto: dok. KBRI)

Jakarta, NU Online

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad, Pakistan, menyelenggarakan Shalat Idul Fitri dan Halal Bihalal bagi masyarakat Indonesia, pada Sabtu (21/3/2026).


Agenda ini terselenggara atas kerja sama KBRI Islamabad dengan Panitia Bulan Ramadhan dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan.


Pelaksanaan ibadah dan silaturahmi tersebut dilakukan segera setelah Pemerintah Pakistan menetapkan Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah persiapan dilakukan dalam waktu singkat, mulai dari penataan Aula Budaya Nusantara sebagai lokasi shalat hingga penyediaan hidangan khas Lebaran. Suasana takbir juga terdengar di lingkungan KBRI sejak malam hari.


KBRI turut menyiapkan tiga minibus untuk mengangkut mahasiswa dari International Islamic University Islamabad (IIUI) menuju lokasi acara. Fasilitas ini disediakan karena kampus tidak lagi mengoperasikan bus selama libur Idul Fitri, serta adanya pembatasan akses kendaraan menuju kawasan Diplomatic Enclave, lokasi KBRI berada.


Imam Shalat Id yakni Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan M Irham Amin, sedangkan khatibnya adalah Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan Ibnu Aqil Mahmud.


Dalam khutbahnya, Ibnu menyinggung pentingnya relasi antara identitas keagamaan dan kebangsaan.


“Cinta tanah air merupakan fitrah manusia,” ujar Mahasiswa Pascasarjana Sastra Arab di International Islamic University Islamabad (IIUI) itu.


Duta Besar RI untuk Pakistan Chandra W Sukotjo turut hadir bersama istri dan jajaran diplomat KBRI. Ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai ruang memperkuat hubungan antara perwakilan negara dan warga Indonesia di luar negeri.


“Silaturahmi antara KBRI Islamabad dan masyarakat Indonesia sangat penting, terlebih di tengah dinamika regional saat ini,” kata Chandra.


Ia menambahkan, Halal Bihalal juga menjadi bentuk solidaritas bagi warga yang tengah menghadapi situasi tidak mudah di perantauan.


Usai shalat, jamaah menerima hidangan khas lebaran, yakni lontong opor ayam dan es timun serut. Sejumlah mahasiswa mengaku kegiatan ini membantu mengurangi kerinduan terhadap suasana Lebaran di Indonesia.


“Meskipun jauh dari keluarga, momen ini cukup mengobati rasa rindu kampung halaman,” kata Neng Yofa, mahasiswi IIUI asal Sukabumi.


Kegiatan Ramadhan sebelumnya juga diisi dengan berbagai lomba, yakni nasyid serta pidato dalam bahasa Inggris dan Arab, yang diikuti mahasiswa Indonesia di Pakistan.


"Bagi kami, Ramadhan adalah bulan untuk berlomba menjadi yang terbaik. Banyak mahasiswa/i dengan talenta bagus," terang Naufal, Ketua PBR PPMI yang sudah mengawal berbagai lomba dan kegiatan antar mahasiswa Indonesia selama Ramadhan.