Jabar

Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari

NU Online  ·  Selasa, 22 September 2026 | 16:45 WIB

Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari

Suasana kegiatan kajian Qanun Asasi NU di Gedung Elsaid PCNU Kota Bekasi. (Foto: dok PCNU Bekasi)

Bekasi, NU Online
Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Kota Bekasi bersama Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Bekasi Raya menggelar kajian Qanun Asasi NU yang dipimpin oleh salah seorang cucu pendiri NU Hadratusyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari yakni Gus Fahmi Amrullah Hadziq di Gedung Elsaid PCNU Kota Bekasi, Sabtu lalu.


Kegiatan tersebut dihadiri ratusan Nahdliyin dari berbagai penjuru Kota dan Kabupaten Bekasi serta Jakarta mulai dari kiai, pengasuh pesantren, santri, pengurus NU, mahasiswa, hingga masyarakat.​​​​​​​


Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bekasi, KH Ayi Nurdin, menekankan pentingnya memahami kembali Qanun Asasi sebagai salah satu karya intelektual KH Hasyim Asy’ari sekaligus fondasi pemikiran yang menjadi pijakan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, keberadaan karya-karya intelektual KH Hasyim Asy’ari menunjukkan bahwa NU memiliki tradisi intelektual yang kuat.


Kiai Ayi menilai, kurang tepat apabila NU hanya dipahami sebagai organisasi yang identik dengan tradisi tanpa melihat warisan pemikiran dan karya ilmiah para pendirinya.


"Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar PCNU Kota Bekasi dalam memperkuat tradisi keilmuan, dakwah, dan kaderisasi Nahdliyin dengan menjadikan karya dan pemikiran para ulama pendiri NU sebagai salah satu pijakan dalam menjalankan organisasi," ungkap dia diberitakan NU Online Jabar.


Sementara itu, Ketua IKAPETE Bekasi Raya, Ustadz Lukman Cecep mengatakan bahwa kegiatan Ngaji Qanun Asasi digelar sebagai bagian dari upaya menjaga semangat dan nilai-nilai yang diwariskan para ulama, khususnya bagi warga Nahdliyin di Kota Bekasi.


Menurutnya, pengajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembacaan teks, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami dan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan ulama dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.​​​​​​​


"Karena memahami NU tidak cukup hanya dengan mengenal sejarah berdirinya organisasi. Lebih dari itu, warga Nahdliyin perlu memahami gagasan, nilai, dan landasan pemikiran yang menjadi pijakan NU sejak awal berdiri. Salah satu warisan penting tersebut adalah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari," tuturnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus PCNU Kota Bekasi di antaranya Wakil Rais Syuriah KH Abdus Syakur, Katib Syuriah KH Lukman Hakim, Sekretaris PCNU Kota Bekasi KH Nurcholiq, Ketua IKAPETE Bekasi Raya Ustadz Lukman Cecep, Sekretaris IKAPETE Ustadz Mamat Qurtubi, serta Ketua Lembaga Dakwah PCNU Kota Bekasi Ustadz H. Ilman.