Puasa Beduk atau Puasa Zuhur dalam Hukum Islam
Istilah puasa beduk sudah lama kita dengar. Puasa beduk adalah puasa yang dimulai dari waktu Subuh hingga azan Zuhur.
Kumpulan artikel kategori Keislaman
Istilah puasa beduk sudah lama kita dengar. Puasa beduk adalah puasa yang dimulai dari waktu Subuh hingga azan Zuhur.
Di dalam bukunya 'Pengantin Ramadhan', Muchlis Hanafi menyebutkan bahwa Rasulullah 'mudik' ke Makkah selama 19 hari.
Diwajibkannya berpuasa bagi kita, kaum beriman, adalah agar menjadi hamba yang bertakwa. Agar kita menjalani setiap perintah Allah dan menjauhi larangannya. Agar kita baik perilaku, ucapan ataupun tulisannya. Agar kita tak saja baik kepada Tuhan tapi juga kepada para makhluk-Nya.
Belakangan ini doa berbuka puasa yang sudah lama diamalkan oleh masyarakat dipersoalkan oleh beberapa pihak. Menurut mereka, doa yang lazim dibaca masyarakat, yaitu “Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘alâ rizqika afthartu,” didukung oleh hadits yang dhaif. Pertanyaannya apakah benar doa berbuka puasa yang diamalkan oleh masyarakat selama ini hanya bersandar pada hadits yang dhaif?
Selain mengetahui berbagai hukum zakat, hendaknya seorang muzakki (orang yang hendak membayar zakat) juga memperhatikan berbagai etikanya sehingga pembayaran zakatnya diterima dan diridhai Allah SWT. Lalu apa saja etika membayar zakat yang harus diperhatikannya?
Redaksi bahtsul masail NU Online. Belakangan banyak pelaku bom berasal dari kalangan Muslim. Mereka meledakkan diri di pusat-pusat keramaian atau rumah ibadah non-Muslim. Masyarakat setempat menolak kepulangan jenazahnya. Mohon penjelasannya karena setahu kami pengurusan jenazah teroris. Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb.
Termasuk hal yang membatalkan puasa adalah masuknya benda ke dalam tubuh bagian dalam, baik melalui rongga terbuka, mulut, telinga, anus, lubang kemaluan dan hidung, atau masuk melalui rongga yang tidak terbuka seperti kepala yang terluka. Benda yang masuk tersebut bisa berupa benda cair atau padat.
Di tengah kering kerontangnya kerongkongan, di kejauhan terlihat seorang anak yang tengah asyik menyantap makanan ketika kaum Muslimin yang menahan lapar dan dahaga. Oh ternyata, maklum saja, ia adalah putra seorang Majusi, penganut agama penyembah api.
Menjelang Ramadhan, bangsa Indonesia dikagetkan dengan berbagai aksi teror yang melanda di berbagai kota. Mirisnya lagi, para teroris ini mengklaim dalil-dalil agama untuk melegitimasi aksi-aksinya, sebagaimana kutipan Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 38-39 dan Al-Maidah ayat 12 ditemukan dalam sepucuk surat yang dibawa oleh salah seorang teroris pelaku penyerangan Mapolda Riau (16/5/18).
Di antara amalan yang dianjurkan dalam Islam adalah sedekah. Keutamaan sedekah tidak hanya diperoleh orang yang memberikannya, tapi juga dinikmati orang yang menerimanya. Karena itu, sedekah selain memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, juga memperkuat hubungan persaudaraan sesama manusia.
Dapat dibayangkan bagaimana nasib kaum Muslimin ketika perintah puasa langsung pada tahap puasa Ramadhan, puasa sebulan penuh tanpa adanya treatment, atau media latihan yang berupa puasa 3 hari di setiap bulannya dan juga puasa Asyura. Sudah barang tentu umat Islam akan sangat keberatan dan lemah.
Sebagai ibadah yang sangat penting dalam agama Islam, zakat menjadi media untuk meraih berbagai pahala yang dijanjikan bagi para pembayarnya. Baik pahala di dunia maupun pahala di akhirat kelak. Tulisan ini berupaya mengupas lima (5) pahala zakat sekaligus dalil Al-Qur’an dan haditsnya.