Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
NU Online · Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Bulan Muharram datang seperti kompas yang mengingatkan kita untuk sejenak berhenti dan merenung. Hijrah Nabi Muhammad yang menjadi tonggak sejarah Muharram bukan lagi tentang melintasi gurun pasir yang terik, melainkan tentang bagaimana kita bermigrasi dari kelalaian algoritma duniawi menuju kesadaran diri. Penting untuk menggali spirit Muharram sebagai jangkar yang kokoh bagi kita dalam menavigasi arus deras era digital.
Naskah khutbah Jumat berikut ini berjudul: “Spirit Muharran untuk Menghadapi Era Modern”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Baca Juga
Rukun-Rukun Khutbah dan Penjelasannya
Ketakwaan menjadi kunci utama kita dalam menjalani kehidupan agar senantiasa berada di jalan yang telah ditentukan oleh Allah swt. Oleh karena itu mari kita perkuat ketakwaan kita sebagai bekal terbaik sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ
Artinya: “Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197).
Dengan bekal takwa yang kuat, Allah pasti akan menjaga kita, senantiasa memberi solusi atas setiap permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan, dan senantiasa memberi nikmat dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga." (QS At-Thalaq: 1-2).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Pada kesempatan kali ini, mari kita memaknai kehadiran bulan Muharram dengan mengambil hikmahnya sebagai modal untuk menghadapi kehidupan yang semakin modern dan penuh turbulensi serta disrupsi. Pada kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khutbah Jumat berjudul : Spirit Muharran untuk Menghadapi Era Modern.
Bagi kita umat Islam, Muharram bukan sekadar pergantian waktu, pergantian masa, dan pergantian angka tahun di kalender Hijriah. Muharram adalah momentum yang penuh catatan sejarah sekaligus pengingat peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Kala itu, Nabi dan sahabatnya menempuh perjalanan ratusan kilometer membelah gurun pasir yang panas demi mempertahankan akidah. Namun, di balik hijrah fisik tersebut, mereka membawa misi mulia, yakni tekad untuk mengubah kehidupan dari kejahiliahan menuju dunia yang terang benderang.
Spirit hijrah ini patut kita adopsi di tengah tantangan era digital yang terus berubah sangat cepat saat ini. Kita tidak lagi diminta untuk memanggul senjata atau berpindah kota. Hijrah kita hari ini adalah hijrah spiritual, hijrah mental-intelektual, serta hijrah karakter dan moral.
Mari kita renungkan sejenak, di tengah derasnya arus peradaban modern dan kecanggihan era digital, masihkah spirit hijrah itu hidup di dalam diri kita? Apakah perayaan datangnya Muharram sebatas rutinitas seremonial yang kehilangan esensinya?
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari).
Hadits ini sangat kontekstual dengan kondisi era modern dan digital saat ini, di mana lidah dan tangan kita telah menjelma menjadi tulisan di status dan kolom komentar serta tombol share di media sosial. Spirit Muharram di era digital berarti kita harus berhijrah dari jempol yang beracun menuju narasi yang lebih positif.
Hijrah dari menyebarkan gosip dan hoaks, menuju prinsip tabayyun atau memvalidasi setiap informasi sebelum disebarkan. Berapa banyak permusuhan terjadi di dunia nyata hanya karena kita gagal berhijrah di dunia maya?
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Spirit Muharram juga harus kita bawa untuk memerangi masalah-masalah psikologis yang muncul di era modern. Di antaranya adalah penyakit psikologis bernama FOMO atau Fear of Missing Out. Gangguan psikologis ini berupa rasa takut tertinggal tren, takut tidak diakui, dan cemas melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial yang kemudian menjebak kita dalam penyakit hati seperti kufur nikmat, iri, dan dengki.
Oleh karena itu, di sinilah spirit Muharram hadir sebagai obat. Hijrah di era modern berarti hijrah dari mentalitas pamer menuju sikap qana’ah atau merasa cukup. Kita harus berhenti mengejar validasi dari followers, dan mulai fokus mengejar rida Allah swt. Hijrah di era modern berarti hijrah dari disrupsi fokus menuju istiqamah.
Berapa banyak waktu kita yang habis untuk menatap layar HP berjam-jam tanpa manfaat. sementara Al-Qur'an berdebu di sudut kamar? Spirit Muharram menuntut kita untuk mendisiplinkan waktu, membatasi penggunaan HP, dan mengalokasikannya untuk investasi akhirat.
Spirit hijrah di bulan Muharram juga harus kita wujudkan dalam setiap aktivitas kerja. Bagi para pedagang, hijrah di era modern berarti bergeser dari sekadar mengejar omzet dan rating bintang lima, menuju keberkahan yang autentik. Hijrahnya pedagang hari ini adalah dengan tidak memanipulasi deskripsi produk di e-commerce, tidak membeli ulasan palsu (fake review), dan tidak menggunakan cara curang dalam iklan digital. Spirit Muharram harus menjadikan para pedagang berniaga dengan jujur, karena layar ponsel boleh menyembunyikan cacat barang, tetapi mata Allah tidak pernah luput melihatnya.
Bagi para karyawan, spirit Muharram adalah mengubah diri dari mentalitas asal bapak senang atau sekadar menggugurkan kewajiban absen, menuju etos kerja Ihsan, yakni bekerja dengan performa terbaik karena sadar bahwa Allah selalu mengawasi. Spirit Muharram menuntun para pekerja dan karyawan untuk memanfaatkan fasilitas kantor dan jam kerja dengan amanah, bukan malah menyia-nyiakan waktu untuk urusan pribadi di dunia maya.
Begitu juga, profesi-profesi lainnya harus menjadikan Muharram sebagai penataan kembali arah dan niat. Bagi para guru dan tenaga pendidik, tantangan dalam mendidik generasi Alpha dan Z di era digital sangat besar. Guru harus mampu mengajar dan mendidik murid sesuai dengan zamannya, melek teknologi, sekaligus mengedepankan pendidikan moral dan karakter murid. Pendidik tidak hanya mentransfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga mentransfer nilai-nilai akhlak (transfer of values) melalui keteladanan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Kita tidak boleh anti-teknologi karena Islam adalah agama yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kita harus menguasai teknologi, bukan dikuasai olehnya. Teknologi adalah wasilah (perantara), bukan ghayyah (tujuan). Mari menjadi pejuang hijrah modern yang menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan Islam yang ramah, santun, dan membawa kedamaian bagi semesta alam. Inilah Islam Rahmatan lil Alamin yang merupakan misi utama Nabi Muhammad dan tertuang dalam Al-Qur’an:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٠٧
Artinya: “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya: 107)
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Muharram adalah tombol reset spiritual kita. Jika selama setahun terakhir kita merasa tersesat dalam labirin algoritma duniawi yang melalaikan, maka inilah momentum terbaik untuk "pulang". Mari kita jadikan tahun baru Hijriah ini sebagai titik balik untuk berhijrah dari kelalaian menuju kesadaran, dari kemalasan menuju ketaatan, dan dari akhlak yang buruk menuju akhlakul karimah, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Semoga Allah senantiasa mengarahkan dan melindungi kita dari berbagai model perubahan zaman dan senantiasa menjadikan kita orang-orang yang mampu hijrah ke arah yang lebih baik. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
3
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
4
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
5
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
6
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
Terkini
Lihat Semua