Tahun 2016 Anggaran Program Balitbang Diklat Kemenag Cukup Baik
Berdasarkan pelaksanaan program dan anggaran, sasaran program dan kegiatan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun 2016 dapat dicapai dengan cukup baik.
Kumpulan artikel kategori Mitra
Berdasarkan pelaksanaan program dan anggaran, sasaran program dan kegiatan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun 2016 dapat dicapai dengan cukup baik.
Perlu diperhatikan keberadan sekolah-sekolah di daerah-daerah yang siswanya pemeluk agama minoritas, agar tidak terabaikan dan tertutupi kebutuhannya oleh siswa pemeluk agama mayoritas.
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat melakukan penelitian layanan pendidikan agama kepada siswa dari berbagai agama di sekolah. Penelitian salah satunya dilakukan di Sekolah Labschool Jakarta di Jalan Pemuda Komplek Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta Timur.
Pemberitaan yang memuat kata kunci “ISIS” tidak selalu menempatkan ISIS sebagai objek langsung dari isu yang dipublikasikan. Adakalanya ISIS ditempatkan sebagai implikasi dari isu yang sesungguhnya ingin disampaikan kepada publik oleh situs Islam.
Ada sekolah swasta berlatar belakang Islam, yaitu sekolah Muhammadiyah yang muridnya banyak beragama Katolik dan Kristen yang tetap mendapatkan layanan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa.
Secara umum, berdasarkan besaran persentase frekuensi kata kunci, terdapat 4 kata kunci dominan, yaitu Israel (20%), Syiah (18%), Pelestina (11%), dan Amerika Serikat (10%).
Pasca serangan bom Thamrin, tanggal 14 Januari 2016, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dalam Siaran Pers No. 13/PIH/KOMINFO/1/2016, pada tanggal 25 Januari 2016 mengumumkan pemblokiran 24 situs yang dinyatakan terindikasi berisi konten radikal yang memberikan dukungan atas perjuangan ISIS.
Hasi penelitian Balitang Diklat Kemenag yang diadakan tahun 2016 menyebutkan, ritual keagamaan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, fakir miskin, dan lainnya hanya sebagai kedok dan kamuflase saja.
Sebagaimana hasil penelitian Balitbang Diklat Kemenag Ritahun 2016, pelaku teror Juhanda bukanlah orang baru dalam kasus peledakan. Sebelumnya, ia pernah mendekam di penjara selama 3,5 tahun karena melakukan pemboman di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Tangerang.
Selain kelompok Ahmadiyah, komunitas Syiah juga acap kali menerima perlakuan yang keras dari sebagian kelompok Islam lainnya. Demonstrasi, penolakan kegiatan, dan bahkan pengusiran dari kampung halaman adalah sederet perlakuan keras yang diterima komunitas Syiah selama ini.
Dalam lima belas tahun terakhir, ada banyak gelombang penolakan terhadap kegiatan keagamaan yang diadakan oleh komunitas Syi’ah di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit penolakan tersebut berujung kekerasan terhadap kelompok Syi’ah.
Pembebasan dan pemulangan 177 calon jamaah haji yang gagal berangkat haji melalui negara Filipina melibatkan banyak peran dari Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar RI di Manila.