Nasional

7 Kisah Para Nabi pada hari Asyura, 10 Muharram

NU Online  ·  Kamis, 25 Juni 2026 | 15:00 WIB

7 Kisah Para Nabi pada hari Asyura, 10 Muharram

Ilustrasi Muharram. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa. Selain masuk dalam jajaran asyhurul hurum, bulan pertama ini juga memiliki hari mulia, yakni Asyura. Hari kesepuluh di bulan ini yang jatuh pada Jumat (26/6/2026) esok mengandung setidaknya tujuh peristiwa penting yang dialami para nabi.


Hal ini sebagaimana diungkap KH Zakky Mubarok, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dalam artikelnya berjudul Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram, yang dikutip NU Online pada Kamis (25/6/2026).


Pertama, Tobat Nabi Adam kepada Allah atas kesalahannya. Saat itu juga, Allah swt menerima tobatnya di hari yang sama. Ustadz Muhamad Abror menulis bahwa memang di bulan Muharram, Nabi Adam as diterima tobatnya. Ia mendasarkan pandangan tersebut pada argumen Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaiful Ma'arif yang termaktub dalam artikelnya berjudul Asyura, Hari Allah Terima Tobat Nabi Adam.


Kedua, pada hari Asyura, kapal Nabi Nuh selamat bersandar di Bukit Zuhdi. Sebagaimana diketahui, saat itu, Nabi Nuh menghadapi banjir bandang yang melanda dunia dan menghanyutkan hingga membinasakan banyak makhluk.


Ketiga, peristiwa selamatnya Nabi Ibrahim as dari siksa Raja Namrud. Sebagaimana diketahui, ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu disiksa dengan dibakar hidup-hidup oleh raja tersebut.


Keempat, kebebasan Nabi Yusuf dari penjara Mesir pada hari yang sama. Fitnah yang dituduhkan kepadanya mengantarkan Nabi yang berparas rupawan itu ke bilik jeruji.


Berikutnya, keberhasilan Nabi Yunus as keluar dari ikan yang melahapnya pada hari Asyura. Nabi Yunus terjun ke laut setelah merasa bahwa kapal yang ditumpanginya tidak bergerak karena keberadaannya.


Namun, awak kapal enggan membiarkan Sang Nabi tenggelam di lautan. Meskipun demikian, sebagaimana ditulis NU Online dalam Kisah Nabi Yunus saat Ditelan Ikan Besar, Nabi Yunus bersikukuh sehingga dibuatlah undian, siapa yang terpilih, dialah yang akan ditinggalkan di laut. 


Ternyata, nama Nabi Yunus terus yang keluar. Tak pelak, Nabi Yunus pun menceburkan dirinya ke laut. Belum sempat menyentuh air, tubuhnya langsung dilahap oleh ikan besar.


Keenam, kesembuhan Nabi Ayyub as dari penyakitnya yang menjijikkan. Sebagaimana diketahui, bahwa ia pernah mendapatkan ujian dari Allah swt berupa penyakit kulit yang menimbulkan bau tidak sedap.


Hal demikian, seperti ditulis Ustadz Tatam Wijaya dalam artikenya di NU Online berjudul Kisah Nabi Ayub dan Kesabarannya. Penyakit itu membuat keluarganya pun pergi meninggalkannya, kecuali istri dan anaknya yang setia merawatnya.


Ketujuh, keselamatan Nabi Musa as dan Bani Israil dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Nabi Musa dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki Gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka pada hari Asyura.


Hal demikian berkat doa yang terus dipanjatkan oleh Nabi Musa dan para pengikutnya sebagaimana terekam dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 85-86. Hal ini termaktub dalam artikel Ustadz Suhendra berjudul Doa Pengikut Nabi Musa agar Terhindar dari Fitnah dan Kezaliman.