Nasional

72 Ribu Hektare Lahan Gambut Terbakar di 6 Provinsi

NU Online  ยท  Selasa, 8 September 2026 | 06:00 WIB

72 Ribu Hektare Lahan Gambut Terbakar di 6 Provinsi

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatra Selatan pada Sabtu (6/9/2026). (BNPB) 

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan sebanyak 72.009,10 hektare lahan gambut di enam provinsi telah terbakar. Karakter gambut yang sulit dipadamkan membuat penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan.

 

โ€œTotal yang terbakar di enam provinsi yang lahan gambut per hari ini yang sudah terbakar ada 72.009,10 hektar. Itu yang terbesar ada di Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi. Ada yang masuk lahan konsensi, ada yang merupakan lahan masyarakat,โ€ ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/9/2026).

 

Ia mengatakan dari total tersebut, lahan konsesi yang terbakar mencapai 14.711 hektare. Sementara itu, lahan milik masyarakat dan kawasan hutan yang terbakar mencapai 57.298,02 hektare. BNPB mencatat 71.069,65 hektare telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat 939,45 hektare yang belum padam.

 

โ€œTapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan, yang sudah dilaporkan padam tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini,โ€ ujarnya.

 

Suharyanto juga menyampaikan bawa kebakaran juga terjadi di luar enam provinsi prioritas. Di kawasan IKN, Kalimantan Timur, tepatnya Bukit Soeharto, tercatat 458 hektare terbakar. Teluk Bintuni, Papua Barat, 223,5 hektare; Gunung Butak, Jawa Timur, 16,5 hektare; TPA Putri Cempo, Kota Solo, 4,6 hektare; serta kawasan Gundang Wijen, Jawa Timur, 2,5 hektare.

 

โ€œJumlahnya 705,1 hektar lahan terbakar di luar enam provinsi prioritas dan masih dalam penanganan. Karena satgas udara ini terhambat cuaca untuk melaksanakan MOC, kadang-kadang enggak bisa terbang,โ€ ungkapnya.

 

Ia menyampaikan bahwa persoalan karhutla juga menyangkut penegakan hukum. BNPB menemukan indikasi pembakaran yang disengaja. โ€œKami menangkap itu di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500.000 diberi upah,โ€ ujarnya.

 

Di Kalimantan Barat, Suharyanto menemukan lokasi yang baru terbakar dan diduga telah disiapkan untuk penanaman pohon sawit. โ€œKemudian di Kalimantan Barat terlihat lokasi yang baru saja kebakar. Lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon sawit,โ€ pungkasnya.