Hadapi Krisis Iklim, Masjid Didorong Perkuat Ketahanan Berbasis Komunitas
NU Online · Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:30 WIB
Perwakilan Subdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Masyarakat Islam (Urais Bimas Islam) Kemenag, Nasrullah dan Kepala Proyek Ummah for Earth Greenpeace Indonesia, Riska Rahman dalam Acara Peluncuran Panduan Masjid sebagai Pusat Ketahanan Iklim Berbasis Komunitas di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Rabu (7/10/2026). (Foto: NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) mendorong masjid mengambil peran lebih besar dalam menghadapi krisis iklim dan bencana. Masjid dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat berbasis komunitas karena memiliki jaringan luas dan dekat dengan kehidupan warga.
Perwakilan Subdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Masyarakat Islam (Urais Bimas Islam) Kemenag, Nasrullah, mengatakan masjid dapat menjadi bagian penting dari sistem kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, fungsi masjid berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat dimanfaatkan untuk edukasi, perlindungan, koordinasi, hingga pemulihan ketika bencana terjadi.
“Dengan 710.739 masjid dan mushola yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, fungsi masjid berkembang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi mitigasi, tempat perlindungan, dan pemulihan bencana termasuk literasi ekologi berbasis agama,” katanya dalam Acara Peluncuran Panduan Masjid sebagai Pusat Ketahanan Iklim Berbasis Komunitas di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Nasrullah menekankan pentingnya mengintegrasikan fungsi ibadah dengan fungsi sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Menurutnya, tiga komponen penggerak masjid, yakni takmir atau pengurus, jamaah, serta bangunan atau infrastruktur, dapat diarahkan untuk mengurangi risiko akibat iklim dan bencana.
“Masjid adalah institusi komunitas yang rutin dikunjungi, sehingga efektif untuk edukasi iklim, koordinasi warga, dan pembentukan perilaku ramah lingkungan,” ucapnya.
Masjid sebagai Titik Evakuasi
Nasrullah mengatakan langkah konkret dapat dilakukan dengan menjadikan masjid sebagai titik kumpul dan posko evakuasi. Masjid juga dapat dilengkapi dengan sumur resapan, biopori, serta penampungan air hujan untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat komunitas.
“Masjid perlu memprioritaskan kesiapsiagaan terhadap banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla, bukan hanya bencana geologi,” kata Nasrullah.
Senada, Kepala Proyek Ummah for Earth Greenpeace Indonesia, Riska Rahman, mengatakan pendekatan berbasis masjid dapat memudahkan pengorganisasian komunitas karena jamaah rutin berkumpul, setidaknya saat menunaikan salat berjamaah.
“Masjid itu paling gampang ngumpulin orangnya. Minimal azan pasti sudah ngumpul orangnya. Kita ingin menjadikan masjid ini punya whole package, fungsi sosial ada, ekonomi ada, agama ada, dan fungsi lingkungannya juga ada,” ujarnya.
Riska mengungkapkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2025 yang mencatat 99,26 persen bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi. Banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan terus terjadi dan semakin sering dirasakan akibat krisis iklim.
“Bencana iklim terjadi semakin cepat, jarak antara satu bencana dengan bencana lainnya semakin sempit, jadi akhirnya kita harus segera bergerak dan kita harus bergerak dimulai dari masjid,” katanya.
“Kami harap semakin banyak masjid yang sadar akan peran mereka untuk berkontribusi mengatasi krisis iklim dan juga berkontribusi untuk semakin siap menghadapi bencana,” sambungnya.
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
Terkini
Lihat Semua