Nasional

Kebakaran Hutan Landa 4 Daerah di Jatim, Belasan Hektare Lahan Hangus

NU Online  ·  Senin, 27 Juli 2026 | 13:30 WIB

Kebakaran Hutan Landa 4 Daerah di Jatim, Belasan Hektare Lahan Hangus

Proses pemadaman api di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo oleh BPBD Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat. (Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo)

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di Provinsi Jawa Timur, sedikitnya empat kabupaten mengalami kebakaran hutan dan lahan dalam waktu hampir bersamaan pada Jumat (24/7/2026) dengan total sedikitnya 15,5 hektare lahan dilaporkan terbakar.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pada Kabupaten Probolinggo, kebakaran terjadi pada Jumat (24/7/2026) pukul 16.30 WIB di lahan Petak 23 C HL Blok Gunung Geni dan Petak 22 C HL Blok Gunung Bentar RPH Klenang, BKPH Probolinggo. Lokasi terdampak berada di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, dan Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.


“Total sembilan hektare area dilalap si jago merah, dengan rincian wilayah terdampak di Kecamatan Tegalsiwalan empat hektare dan Kecamatan Gending lima hectare,” ujarnya pada Ahad (26/7/2026).


Ia mengatakan bahwa api telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (25/7/2026) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait.


Pada hari yang sama, kebakaran juga melanda Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, sekitar pukul 10.17 WIB. Abdul Muhari menyampaikan bahwa luas luas lahan yang terbakar mencapai 2,5 hektare.

 

“Titik api berada jauh dari pemukiman warga sehingga tidak dilaporkan adanya korban jiwa,” ujarnya.

 

Muhari menyampaikan bahwa karhutla juga terjadi di Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, pada Jumat (24/7/2026) pukul 10.00 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan seluas dua hektare.

 

“Para personel BPBD Kabupaten Pacitan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama dengan petugas Damkar, serta masyarakat. Pada Sabtu (25/7/2026) api berhasil dipadamkan pukul 15.03 WIB,” tuturnya.

 

Peristiwa serupa terjadi di Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, pada Jumat (24/7/2026) pukul 10.00 WIB. “Lahan seluas dua hektare dilaporkan terbakar, munculnya titik api berasal dari area Perhutani,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan pada Sabtu (25/7/2026) pukul 14.00 WIB oleh BPBD Kabupaten Situbondo, Damkar, relawan, dan masyarakat.


Di tengah penanganan karhutla, Kabupaten Situbondo juga menghadapi bencana hidrometeorologi. Angin kencang menerjang Desa Tanjung Pecinaan pada Jumat (24/7/2026) pukul 12.00 WIB.

 

“Sebanyak enam Kepala Keluarga (KK) terdampak dan enam rumah warga mengalami rusak ringan akibat kejadian ini,” ujarnya.


Muhari menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk penanganan kerusakan rumah warga.


Pihaknya juga menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk bahaya kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.


“Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian Sumatra, Kalimantan, Papua dan hampir seluruh Pulau Jawa pada kategori sangat mudah terbakar,” pungkasnya.