Kiai Kafabih: Bahtsul Masail Khazanah Keilmuan Luar Biasa
NU Online · Ahad, 28 Juni 2026 | 16:00 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus Ali saat menyampaikan mauidzoh hasanah pada pembukaan Bahtsul Masail Ma'had Aly di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (28/6/2026). (Foto: NU Online/Lukman)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Kediri, NU Online
Bahtsul masail merupakan tradisi dan ciri khas pesantren yang menjadi wadah khazanah keilmuan. Di forum ini, beragam persoalan masyarakat dibahas dan didiskusikan secara ilmiah dengan keragaman pandangan.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus Ali menegaskan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama menjadi rahmat bagi umat.
"Adapun aqwal ulama, perbedaan ulama sebagai rahmat solusi," katanya saat pembukaan Bahtsul Masail Ma'had Aly di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (28/6/2026).
Melengkapi penjelasan di atas, Kiai Kafabih mengutip pandangan Syekh Abdul Wahab Asy-Sya'ra i dalam kitab karyanya, Al-Mizan Al-Kubra, bahwa pendapat ulama berujung pada dua martabat.
"Tasydid (berat) bagi orang yang imannya kuat. Takhfif (ringan) bagi orang doif imannya," kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
Sebagai contoh, Kiai Kafabih menyebut kisah sahabat yang pernah melihat tubuh Rasulullah saw. Hal ini menjadi landasan aurat laki-laki paling sederhananya adalah kubul dan dubur. Sebagaimana diketahui, pendapat utama terkait aurat laki-laki adalah antara lutut hingga pusar.
"Sehingga muncul pendapat aurat laki-laki itu sauatani, kubul dubur. Ini buat orang yang daif imannya. Misalnya penambang pasir. Kalau kiai pakai celana pendek kan tidak pantas," katanya.
Lebih lanjut, Kiai Kafabih menjelaskan bahwa bahtsul masail di pesantren didukung dengan segala bidang ilmu. Hal ini juga menjadi ikhtiar peningkatan-peningkatan pengetahuan dan wahana untuk mengaji. "Sebab, ciri khas pesantren di antara bahtsul masail adalah membaca kitab," katanya.
Para peserta bahtsul masail merupakan pembelajar yang telah menuntaskan pembacaan kitab dari awal hingga akhir, seperti Fathul Qarib, Fathul Wahab, Al-Mahalli, dan lainnya.
Kiai Kafabih menegaskan bahwa pembelajaran tuntas atas kitab-kitab tersebut menjadi hal yang menjaga kualitas bahtsul masail. Hal demikian juga menjadi amanah yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasantri dari Ma'had Aly se-Jawa Timur dengan pembahasan "Jual-Beli Emas Digital dan Perlindungan Kesehatan Jamaah Haji".
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
5
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
6
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
Terkini
Lihat Semua