Lusa Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H
NU Online ยท Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, NU Online
Awal Rabiul Akhir 1448 H dimulai pada Ahad (13/9/2026) lalu sebagaimana diumumkan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) pada Jumat (11/9/2026). Artinya, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa ayyamul bidh bulan Rabiul Akhir 1448 H mulai lusa, Jumat (25/9/2026).
Untuk diketahui, ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Di bulan Rabiul Akhir 1448 H, ayyamul bidh jatuh pada hari Jumat (25/9/2026) hingga Ahad (27/9/2026).ย
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, puasa di ayyamul bidh dihukumi sunnah muakkad, sebuah amalan yang sangat dianjurkan. โDiriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: โRasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergianโ.โ (HR an-Nasaโi dengan sanad hasan).
Adapun niat melaksanakan puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut.
ููููููุชู ุตูููู
ู ุฃููููุงู
ู ุงููุจูููุถู ูููููฐูู ุชูุนูุงููู
Nawaytu shauma ayyรขmil bรฎdl lillรขhi taโรขlรข.
Artinya, โSaya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah taโรขlรข.โ
Niat puasa ayyamul bidh ini disunnahkan untuk dilafalkan dengan lisan, tidak sekadar dibaca dalam hati. Niat ini juga mulai boleh dilaksanakan sejak malam hari sampai sebelum masuk waktu zawal, posisi matahari condong ke barat. Hal itu dengan catatan belum makan ataupun minum apa-apa sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.
Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh, umat Islam disunnahkan untuk sahur terlebih dahulu pada waktu menjelang Subuh sebelum imsak. Jika waktu Maghrib telah tiba, sunnah bagi orang yang melakukan puasa ayyamul bidh untuk menyegerakan berbuka.
Puasa ini memiliki keutamaan (fadilah) seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Sebuah hadits yang diriwayatkan Abudzar ra menjadi dalil atasnya.
Disebutkanย dalam Iโรขnatut Thรขlibรฎn, Nabi Muhammad saw. bersabda: โSiapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: โSiapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnyaโ [QS al-Anโam: 160]. Satu hari sama dengan 10 hariโ.โ (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: โHadits ini hasan.โ Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra).ย
Terpopuler
1
Tanah Wakaf NU di Yogyakarta Dikembangkan Jadi Kampung Reforma Agraria Berbasis Wakaf Produktif
2
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
3
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
4
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
5
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
6
Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Relawan
Terkini
Lihat Semua