Microsoft Dorong Talenta AI dari Pesantren untuk Transformasi Digital Inklusif
NU Online ยท Kamis, 19 Maret 2026 | 15:30 WIB
Jakarta, NU Online
Suasana hangat menyelimuti gelaran Microsoft Media & Creator Iftar 2026: Learning, Leading, & Giving Back pada Rabu (4/3/2026). Di balik momen kebersamaan itu, tersimpan semangat kolaborasi antara Microsoft Indonesia dan berbagai mitra dalam mendorong transformasi digital yang lebih inklusif di Indonesia, terutama melalui penguatan talenta di lingkungan pesantren.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Microsoft Elevate, inisiatif global yang berfokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyebutkan bahwa hingga akhir 2025, lebih dari 1,5 juta peserta di Indonesia telah mendapatkan pelatihan dalam kurun satu tahun.
Ia berharap, pada tahun berikutnya, program ini mampu menjangkau lebih banyak peserta sekaligus memperkuat ekosistem digital melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Sejalan dengan itu, AI Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno, menegaskan bahwa pendekatan putting people first menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi.
โPengembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan manusia dalam memanfaatkannya, sehingga mampu mendorong inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,โ ujarnya.
Namun, dalam konteks pesantren, adopsi teknologi masih menghadapi tantangan tersendiri. Sekretaris RMI PBNU, Ulun Nuha, mengungkapkan bahwa dari sekitar 42.000 pesantren di Indonesia, lebih dari 28.000 di antaranya terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, kalangan pesantren memiliki prinsip kehati-hatian dalam menyikapi teknologi, terutama terkait potensi risiko yang perlu dikaji sebelum diadopsi secara luas.
Menjawab tantangan tersebut, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi langkah strategis. Ulun menekankan bahwa pengenalan kecerdasan buatan (AI) sebaiknya dimulai dari para guru, bukan langsung kepada santri.
โAI adalah pisau bermata dua. Karena itu, guru perlu dibekali terlebih dahulu agar mampu mengarahkan pemanfaatannya secara bijak,โ jelasnya.
Sebagai implementasi di lapangan, Project Lead AI Teaching Power sekaligus Chief Strategy NUCare Global by LAZISNU, Meka Shafa, menjelaskan bahwa program AI Teaching Power dirancang secara bertahap, mulai dari literasi dasar hingga pendalaman materi.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan melalui Gerakan Pesantren Cakap AI yang diinisiasi RMINU, dilengkapi dengan webinar tematik dan pendampingan intensif.
โPada akhir program Juni mendatang, kami juga akan meluncurkan buku saku sebagai panduan agar pengetahuan ini bisa terus diwariskan dan dikembangkan di pesantren,โ ujarnya.
Melalui berbagai inisiatif ini, Microsoft bersama para mitra menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada manusia sebagai penggerak utama.
Dari pesantren, diharapkan lahir talenta-talenta baru yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus menjawab berbagai tantangan zaman, sehingga transformasi digital di Indonesia dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Terpopuler
1
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
2
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
4
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
5
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua