Muncul Gagasan Lesbumi Bertransformasi Jadi Badan Otonom
NU Online · Ahad, 14 Juni 2026 | 13:30 WIB
Jombang, NU Online
Muktamar Kebudayaan yang digelar Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU memasuki hari ketiga pada Ahad (14/6/2026) hari ini. Agenda hari terakhir ini difokuskan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII yang berlangsung di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Di tengah jalannya forum, suasana kian menghangat seiring mencuatnya kembali gagasan mengenai transformasi status Lesbumi dari yang semula berbentuk lembaga untuk menjadi Badan Otonom (Banom) PBNU.
Ketua Lesbumi PBNU, KH Muhammad Jadul Maula, memberikan respons terkait gagasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa wacana ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari forum tertinggi organisasi sebelumnya yang sempat tertunda keputusannya.
"Aspirasi soal Lesbumi menjadi banom ini menjadi amanat Muktamar di Lampung 2022 lalu. Di komisi satu, hal itu telah dibicarakan dan peserta sidang komisi saat itu menyetujuinya secara aklamasi. Namun belum diketok palu," ujar Kiai Jadul Maula.
Lebih lanjut, Kiai Jadul Maula membeberkan alasan mengapa transisi tersebut tidak langsung disetujui pada beberapa tahun lalu. Menurutnya, faktor kesiapan internal dan kedewasaan organisasi menjadi pertimbangan utama yang membuat jajaran pengurus memilih untuk berhati-hati.
"Saat itu saya menahan diri karena berpikir barangkali orang-orang internal Lesbumi sendiri belum siap. Dan hari ini saya beri kesempatan kepada kalian untuk merumuskan konsep secara matang soal bagaimana nantinya Lesbumi jika benar-benar menjadi banom," imbuhnya di hadapan peserta Rakornas.
Kiai Jadul Maula juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesarnya adalah jika perubahan status struktural ini akan mengikis jati diri Lesbumi sebagai wadah para budayawan. Ia bahkan mewanti-wanti agar Lesbumi tidak terjebak dalam pusaran politik praktis organisasi.
"Saya tidak ingin Lesbumi nantinya saat jadi banom disusupi oleh kepentingan pribadi ataupun kelompok, disibukkan dengan administrasi dan muncul perselisihan antar kubu saat pemilihan ketua. Apakah legitimasi moral kita akan tetap kuat jika berubah menjadi banom?" ungkapnya.
Kendati demikian, Kiai Jadul Maula menegaskan bahwa hasil rekomendasi dari Muktamar Kebudayaan di Jombang ini nantinya akan dibawa ke forum yang lebih tinggi, yakni Musyawarah Nasional (Munas) PBNU mendatang.
"Hasil Muktamar Kebudayaan ini nantinya akan kami sampaikan saat Munas PBNU di Kediri nanti. Namun dengan syarat kita bisa mempertahankan agama, ilmu pengetahuan dan seni. Jika menjadi banom lebih banyak maslahatnya, maka akan saya dukung," pungkasnya.
Kontributor: Umi Kholifah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar Mesir Melalui Akun Pesantren, Berikut Panduannya
4
Khutbah Jumat: Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan
5
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
6
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
Terkini
Lihat Semua