Nasional

Pakar Tasawuf Usul JATMAN Rumuskan Silabus Pendidikan Psikologi Islam

NU Online  ยท  Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pakar Tasawuf Usul JATMAN Rumuskan Silabus Pendidikan Psikologi Islam

Tangkapan layar Pakar Tasawuf KH M Luqman Hakim (kedua dari kiri) saat Diskusi Tasawuf dan Terakat Bulanan di Plaza Gedung PBNU Jakarta, Selasa (13/10/2026)

Jakarta, NU Online

Pakar tasawuf Luqman Hakim mendorong Jamโ€™iyyah Ahlith Thariqah al-Muโ€™tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) merumuskan silabus pendidikan psikologi Islam yang berakar pada ajaran tasawuf. Usulan ini merespons perkembangan kajian tasawuf yang melahirkan berbagai nomenklatur, seperti tasawuf amali dan tasawuf falsafi.

 

Usulan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Tasawuf dan Tarekat Bulanan dalamย peringatanย Harlahย Ke-69 JATMAN di Plaza Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

 

Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan untuk membina umat agar memiliki kesadaran menjalankan amar maโ€™ruf nahi munkar sebagaimana diajarkan dalam Al-Qurโ€™an. Gagasan ini juga diharapkan dapat mendukung perkembangan spiritual dan emosional seseorang sejak usia dini hingga lanjut usia.

 

โ€œMembangun generasi khaira ummah ini memang harus dimulai dari dalam kandungan, balita, sampai dewasa. Dan itu tugas dunia tasawuf,โ€ ujarnya, merujuk pada nomenklatur yang tercantum dalam Surah Ali Imran ayat 110.

 

Ia menyampaikan bahwa gagasan tersebut pernah diutarakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ciganjur, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam suatu kesempatan, Gus Dur mendorong pembaruan psikologi Islam sebagaimana pembaruan dalam ilmu akidah dan fikih.

 

Selain itu, Luqman mengkritik kecenderungan sebagian peneliti yang mengaitkan dalil-dalil nash dengan teori psikologi modern secara tidak tepat. Menurutnya, pendekatan semacam itu berisiko mengabaikan dimensi pengabdian dan tanggung jawab ukhrawi dalam pembinaan manusia.

 

โ€œIni tantangan bagi kita semua agar tasawuf menjadi satu landasan membangun silabus psikologi Islam, bukan cocokologi,โ€ jelas Direktur Sufi Center itu.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konselor Muslim bertanggung jawab membimbing klien, baik dalam persoalan duniawi maupun ukhrawi. Ia tidak sependapat dengan pendekatan profesional yang hanya berfokus pada persoalan duniawi.

 

Ia mengibaratkan pendekatan tersebut seperti tugas pemadam kebakaran yang bertindak ketika terjadi kebakaran tanpa mengetahui proses pemulihan setelahnya. โ€œSetelah rumah ini hangus dan hancur, di sini tugas kita bersama,โ€ sebutnya.

 

โ€œOleh karena itu, ini bagian dari bagaimana tahqiq mewujudkan nilai-nilai baik falsafi atau amali di dalam proses pendidikan,โ€ sambung penulis buku Psikologi Sufi itu.

 

Sebelumnya, Mudir Ali JATMAN Prof Ali Masykur Musa menyampaikan sejumlah program prioritas kepengurusannya. Salah satunya adalah memperkuat spiritualitas tarekat di kalangan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) dengan menjadikan syiar tarekat sebagai bagian dari upaya membina rohani umat.

 

โ€œKedua adalah menjadikan JATMAN sebagai inspirasi nilai dalam rangka mendamaikan masyarakat yang dirundung oleh pragmatisme kehidupan. Sekarang semua diukur dengan serba ekonomi, kompetisi tanpa terukur. Di sinilah JATMAN masuk dalam rangka mengetuk nurani agar masyarakat hidup secara damai,โ€ jelasnya kepada NU Online di sela-sela acara Harlah.

 

Program ketiga adalah mendorong nilai dan amalan tarekat masuk ke dalam sistem kehidupan bernegara. Menurut Ali, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi nilai inti dalam penyelenggaraan pemerintahan di setiap tingkatan.

 

โ€œKetiga adalah bagaimana amalan tarekat ini masuk ke dalam sistem kehidupan bernegara. Jadi dengan demikian, JATMAN ini menjadi core value dari penyelenggara negara, dari pemerintah pusat sampai daerah,โ€ pungkasnya.

 

Untuk diketahui, Harlahย Ke-69 JATMAN kali ini menjadi peringatan pertama yang menggunakan tanggal 13 Oktober 1979 sebagai hari lahir organisasi yang menghimpun para pelaku tarekat di lingkungan NU. Sebelumnya, hari lahir organisasi tersebut diperingati setiap 10 Oktober 1979. Perubahan tanggal tersebut termaktub dalam surat keputusan (SK) yang ditetapkan di Jakarta pada 30 September 2026.