PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
NU Online ยท Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengarahkan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 agar tidak hanya berpusat pada kegiatan seremonial. Melalui Surat Edaran Nomor 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026 [PDF], PBNU meminta seluruh tingkatan kepengurusan NU mengawali peringatan dengan ziarah ke makam ulama, aulia, atau muharrik NU di wilayah khidmah masing-masing.
Surat Edaran tentang Pedoman Pelaksanaan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tersebut dikeluarkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026 atau 19 Rabiul Akhir 1448 H. Hari Santri 2026 mengusung tema โMenguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeriโ.
PBNU meminta seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kekhidmatan, kesederhanaan, serta berorientasi pada layanan kepada jamaah dan warga NU.
Salah satu agenda utama ialah Apel Hari Santri yang dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026.
โSeluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama agar melaksanakan Apel Hari Santri Nasional Tahun 2026 secara serentak pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2026,โ demikian tertulis dalam surat tersebut yang diakses NU Online, Sabtu (3/10/2026).
Apel dapat dipusatkan di halaman sekretariat NU sesuai tingkat kepengurusan masing-masing atau di lingkungan pondok pesantren, rumah sakit atau klinik, sekolah atau madrasah, dan perguruan tinggi NU.
Dalam pelaksanaannya, peserta laki-laki mengenakan sarung berwarna gelap, atasan putih, dan peci hitam. Sementara peserta perempuan mengenakan busana muslimah bernuansa putih dengan bawahan bebas atau menyesuaikan.
Selain apel, pembacaan naskah โResolusi Jihad NUโ dapat dilakukan oleh jajaran Tanfidziyah atau Badan Otonom NU.
Diawali Ziarah Makam Ulama
PBNU menekankan bahwa rangkaian peringatan Hari Santri 2026 diawali dengan kegiatan ziarah sebagai bagian dari penghormatan terhadap ulama dan para penggerak Nahdlatul Ulama.
โRangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 agar diawali dengan ziarah ke makam para ulama, auliaโ atau muharrik Nahdlatul Ulama di wilayah khidmah masing-masing,โ tulis surat edaran tersebut.
Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina
Selain kegiatan internal organisasi, PBNU juga menyerukan pelaksanaan โMujahadah Kemanusiaan untuk Palestinaโ. Kegiatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar dan gerakan batiniyah (riyadhah bathiniyyah) untuk kemajuan Indonesia dan kejayaan Jam'iyah Nahdlatul Ulama, sekaligus sebagai wujud solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina.
PBNU meminta setiap jenjang kepengurusan NU melaksanakan kegiatan tersebut melalui majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, serta majelis doa lainnya.
โSebagai bagian dari ikhtiar dan gerakan batiniyah (riyadhah bathiniyyah) untuk kemajuan Indonesia dan kejayaan Jam'iyah Nahdlatul Ulama, sekaligus wujud solidaritas kemanusiaan terhadap Bangsa Palestina yang telah menjadi korban aksi genosida selama tiga tahun terakhir (Oktober 2023-Oktober 2026), agar setiap jenjang kepengurusan Nahdlatul Ulama melaksanakan โMujahadah Kemanusiaan untuk Palestinaโ melalui majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah serta majelis doโa lainnya,โ tulis surat tersebut.
Tak Hanya Seremoni, Ada Layanan Sosial
PBNU juga memberikan sejumlah pilihan kegiatan yang dapat dilaksanakan seluruh tingkatan kepengurusan NU. Kegiatan tersebut mencakup layanan sosial, konsultasi keagamaan, kepedulian lingkungan, hingga halaqah.
โSeluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama agar melaksanakan kegiatan-kegiatan pilihan, antara lain yaitu kegiatan layanan sosial seperti layanan konsultasi kesehatan gratis, donor darah atau kegiatan sejenis,โ tulis surat edaran tersebut.
Layanan konsultasi keagamaan dapat berupa konsultasi keluarga, zakat, atau tema lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk kegiatan kepedulian lingkungan, PBNU mendorong pelaksanaan sanitasi di pondok pesantren atau madrasah serta kegiatan bersih-bersih masjid.
Selain itu, terdapat kegiatan halaqah yang melibatkan ulama dan pondok pesantren di wilayah khidmah masing-masing.
โDemikian surat edaran ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,โ tulis surat tersebut.
Surat edaran itu ditandatangani secara elektronik oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Kikin A Hakim, dan Sekretaris Jenderal H Gudfan Arif. Surat tersebut dikeluarkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.
Terpopuler
1
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
2
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Nyai Sinta Nuriyah Jadi Satu-satunya Perempuan
3
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
4
Kekeringan Meluas, Banser Pemalang Salurkan 211 Ribu Liter Air Bersih
5
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
6
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
Terkini
Lihat Semua