Nasional

Penerima Beasiswa Zakat 2026 Sebanyak 300 Mahasiswa PTN

NU Online  ·  Jumat, 12 Juni 2026 | 13:00 WIB

Penerima Beasiswa Zakat 2026 Sebanyak 300 Mahasiswa PTN

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur dalam acara Aksi Zakat dan Wakaf untuk Membangun Kemandirian Umat di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (NU Online/Jannah)

Jakarta, NU Online

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai lembaga zakat meningkatkan jumlah penerima beasiswa zakat pada 2026 menjadi 300 mahasiswa. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga fakir miskin yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur menyampaikan bahwa beasiswa zakat merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga memastikan potensi zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan jangka panjang melalui pendidikan.

 

“Beasiswa zakat yang bersama-sama lembaga zakat, Baznas/Lembaga Zakat itu adalah beasiswa untuk fakir miskin dan sedikit sabilillah,” ujarnya dalam acara Aksi Zakat dan Wakaf untuk Membangun Kemandirian Umat di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

 

“Prosesnya itu untuk mahasiswa fakir miskin yang sudah mendapat LoA atau sudah diterima di perguruan tinggi yang dia pilih. Sehingga kami tahu UKT-nya berapa, dia berasal dari mana, dan ini tentu saja bekerja sama dengan perguruan tinggi,” sambungnya.


Menurut Waryono, pada tahun sebelumnya program tersebut melibatkan kerja sama dengan 10 PTKIN dan 11 perguruan tinggi negeri, di antaranya UGM, ITB, dan IPB. PTKIN yang terlibat tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

 

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu sebanyak 153 mahasiswa menerima manfaat beasiswa zakat dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar. Sementara itu, pada tahun ini jumlah penerima ditargetkan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 300 mahasiswa, sehingga kebutuhan anggaran diperkirakan ikut bertambah.


Waryono menjabarkan bahwa fasilitas beasiswa tersebut mencakup biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan transportasi saat awal masuk perguruan tinggi dan saat kembali ke daerah asal, fasilitas laptop, serta bantuan bulanan. Program diberikan secara penuh sejak semester pertama hingga semester delapan.


Ia menyampaikan bahwa para penerima beasiswa tidak hanya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang baik selama menempuh pendidikan.


“Mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa ini semuanya berprestasi dan berasal dari keluarga miskin, jadi ini meringankan pembiayaan orang tuanya,” pungkasnya.