Personalia PBNU 2026-2031 Bertambah 11 Persen, Sekjen dan Katib Paling Banyak Naik
NU Online · Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Jakarta, NU Online
Jumlah personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-35 di Tambakberas, Jombang, bertambah dibandingkan dengan kepengurusan hasil Muktamar Ke-34 di Lampung. Berdasarkan data perbandingan struktur kepengurusan, jumlah personalia PBNU kini mencapai 210 orang, naik 21 orang dari sebelumnya yang berjumlah 189 orang.
Data tersebut menunjukkan penambahan sekitar 11,1 persen dibandingkan jumlah personalia hasil Muktamar ke-34 di Lampung. Perubahan paling besar terjadi pada jajaran sekretariat, khususnya posisi Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal.
Jumlah Sekjen dan Wakil Sekjen bertambah dari 21 menjadi 32 orang atau naik 11 orang. Jajaran Katib, termasuk Katib Aam dan Katib, juga meningkat dari 23 menjadi 32 orang, bertambah sembilan orang.
Di jajaran Rais, jumlah personalia naik dari 26 menjadi 31 orang. Sementara itu, Rais Aam dan Wakil Rais Aam bertambah dari tiga menjadi enam orang. Pada struktur Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, jumlahnya meningkat dari lima menjadi delapan orang.
Namun, tidak semua unsur kepengurusan mengalami penambahan. Jumlah Mustasyar turun tipis dari 34 menjadi 33 orang. A'wan Syuriyah juga berkurang dari 37 menjadi 34 orang. Jajaran Ketua turun dari 27 menjadi 26 orang.
Penurunan paling besar terjadi pada unsur Bendahara Umum dan Bendahara. Jumlahnya berkurang dari 13 menjadi delapan orang atau menyusut lima orang dibandingkan dengan struktur hasil Muktamar Ke-34 di Lampung.
Sebelumnya, PBNU telah mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026–2031 pada Rabu (30/9/2026). Pengumuman tersebut menjadi penanda rampungnya proses penyusunan struktur kepengurusan setelah Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan perubahan jumlah tersebut berkaitan dengan upaya pemerataan keterwakilan dalam kepengurusan, termasuk dari sisi generasi dan unsur organisasi.
“Kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran dari generasi awal sampai akhir,” katanya.
Menurut dia, pemerataan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterwakilan dari berbagai lembaga dan organisasi di lingkungan NU. “Dari seluruh jajaran lembaga, IPNU, PMII, Ansor. Kita seimbangkan sehingga semuanya dari unsur itu seimbang semuanya,” lanjutnya.
Gus Kikin mengatakan susunan kepengurusan tersebut dirumuskan oleh sembilan anggota tim formatur. Tim tersebut terdiri atas Rais Aam, Ketua Umum, perwakilan tuan rumah Muktamar, serta enam perwakilan wilayah.
“Ada enam orang formatur mewakili masing-masing dari Indonesia bagian barat, Padang dan Jawa Tengah, Indonesia bagian tengah Kalimantan Selatan dan NTB, dan mewakili Indonesia Timur, Maluku Utara dan Papua Pegunungan,” katanya.
Gus Kikin berharap seluruh jajaran pengurus segera menjalankan tugas organisasi setelah kepengurusan diumumkan. “Mudah-mudahan dengan diumumkannya susunan pengurus ini, mulai besok pagi kita mulai berkhidmah,” tuturnya.
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
6
Terkena Percikan Air Kloset Bercampur Najis, Apakah Badan dan Handuk Ikut Najis?
Terkini
Lihat Semua