Prof Quraish Shihab: Tugas Manusia sebagai Khalifah, Bukan Penguasa yang Serakah Eksploitasi Alam
NU Online ยท Ahad, 15 Maret 2026 | 10:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pakar tafsir Prof M Quraish Shihab menegaskan bahwa manusia di bumi berperan sebagai khalifah yang bertugas menjaga dan memakmurkan alam, bukan sebagai penguasa yang serakah mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas.
Menurutnya, krisis ekologi yang terjadi saat ini tidak lepas dari kesalahpahaman terhadap konsep khalifah. Banyak pihak memandang posisi manusia sebagai legitimasi untuk mendominasi dan menguras isi bumi, padahal amanah tersebut justru menuntut tanggung jawab menjaga keseimbangan alam.
โPosisi manusia sebagai pemimpin bukanlah bentuk otoriterย terhadap alam, melainkan tanggung jawab dari Tuhan untuk memakmurkan dan menjaga keserasian alam,โ ujarnya dalam Pengajian Ramadhan Tafsir Al-Mishbah: Hidup Bersama Al-Qurโan bertajuk Menjaga Alam, Tugas Sebagai Khalifah yang tayang di kanal Youtube Quraish Shihab, diakses pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof Quraish juga mengkritik pandangan yang menyebut sumber daya alam saat ini bersifat terbatas atau mengalami kelangkaan.
Menurutnya, keterbatasan itu bukan berasal dari kegagalan alam, melainkan akibat kerakusan manusia dalam mengelola sumber daya yang ada.
โKenapa ada orang berkata sumber daya alam terbatas? Karena rakus. Sumber daya alam tidak terbatas. Yang berkata terbatas itu berarti sudah hitung, sehingga dia katakan terbatas. Merusak lingkungan tuh mudarat gitu dilarang,โ katanya.
Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut dalam Al-Qurโan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, kezaliman manusia yang menyia-nyiakan atau membuang barang demi kepentingan tertentu, seperti menstabilkan harga. Kedua, sikap kafar dalam arti menutupi nikmat Tuhan dengan tidak mengelola potensi bumi secara benar.
โKamu ambil makanan terlalu banyak sisanya kamu buang, padahal jangan buang, ada orang yang lapar. Zalim atau tidak dia? Zalim pada barang, zalim pada orang,โ tegasnya.
Prof Quraish juga menyoroti model pembangunan ekonomi yang sering kali dilakukan secara eksploitatif hingga mengorbankan keseimbangan ekologi dan kepentingan manusia lain.
โIslam melarang pembangunan yang mengorbankan orang lain atau generasi yang akan datang,โ ucapnya.
Ia menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan bumi. Menurutnya, manusia boleh memanfaatkan sumber daya alam, tetapi tidak boleh sampai merugikan generasi mendatang.
โKita diberi kuasa mengelola bumi tetapi jangan sampai pengelolaan itu mengorbankan orang lain, mengorbankan generasi lain. Jadi silakan ambil secukupnya, jangan berlebih,โ ujarnya.
Lebih jauh, Prof Quraish menjelaskan bahwa Islam memandang alam sebagai sistem yang serasi dan saling membutuhkan. Ia mencontohkan hubungan timbal balik antara manusia dan tumbuhan: manusia membutuhkan oksigen, sedangkan tumbuhan memanfaatkan karbondioksida yang dikeluarkan manusia. Harmoni ini, menurutnya, merupakan bagian dari ketetapan Tuhan dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
Namun, keseimbangan tersebut dapat rusak jika manusia tidak lagi memandang alam sebagai amanah yang harus dijaga.
Ia menambahkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki tujuan dan perannya masing-masing dalam tatanan alam. Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar aktivitas sosial atau gerakan lingkungan, tetapi juga bagian dari ibadah dalam menjalankan tugas manusia sebagai khalifah di bumi.
โPengingat akan tugas kita sebagai khalifah. Pengingat akan kebesaran Allah. Mudah-mudahan kita selalu sempatkan di hari-hari kita untuk mempraktikkan itu,โ pungkas Prof Quraish.
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
Savic Ali Kritik Arah Kebijakan Pemerintah yang Sentralistik, Jauh dari Kepentingan Rakyat Kecil
4
Bahaya Tidur Berlebihan: 8 Dampak Buruk bagi Kesehatan Menurut Imam Munawi
5
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
6
YLBHI: HAM Diabaikan, Warga yang Kritik Pemerintah Tak terlindungi
Terkini
Lihat Semua