Ragam Cerita Jamaah Haji 2026, Rela Jual Kebun hingga Nabung dari Balita
NU Online ยท Kamis, 23 April 2026 | 11:00 WIB
Inah Rain, jamaah haji asal Gondrong, Cipondoh Tangerang, Banten, jelang keberangkatan dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/4/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Suci Amaliyah
Kontributor
Tangerang, NU Online
Selalu ada cara bagi umat Islam untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Di tengah biaya haji yang tidak murah, para jamaah pun memutar otak dan berjuang dengan berbagai cara demi bisa menyempurnakan ibadah ke Tanah Suci. Ragam cerita itu pun mewarnai keberangkatan jamaah haji 2026.
Jamaah haji asal Gondrong, Cipondoh Tangerang, Provinsi Banten Inah Rain (71) tersenyum lebar saat dirinya akhirnya dipanggil untuk menunaikan ibadah haji. Wajah semringahnya terlihat jelas saat ditemui NU Online di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten,ย Rabu (22/4/2026).
Setelah 14 tahun menunggu antrean, ia akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci, setelah sebelumnya sempat ditunda keberangkatan akibat wabah Covid-19.
"Nunggunya lama banget, ada Covid-19 kagak jadi. Alhamdulillah, bersyukur banget, girang banget rasanya,ย ย udah gembira rasanya, nangis gembira," kata Inah kepada NU Online.
Tidak semua orang menunaikan ibadah haji dengan menabung setiap bulannya hingga lunas. Inah memilih menjual tanah agar segera dapat menunaikan ibadah haji.
"Datang haji dari jual kebon langsung bayar, enggak pakai kredit. Bukan nyicil," bebernya.
Ia berangkat seorang diri tanpa ditemani suami lantaran sang suami sudah lebih dulu menghadap ilahi . "Sendiri, suaminya udah meninggal," kata Inah.
Inah mengaku telah mempersiapkan semua perlengkapan agar bisa menjalankan ibadah dengan tenang, dan khusyuk. "Persiapannya udah semua obat-obat udah komplit semua," ungkapnya.
Ia bersyukur sebagai jemaah haji dilayani baik oleh para petugas haji. "Pelayanannya kepada jemaah baik, enak," ungkap Inah.
Dirinya berharap bisa beribadah di Tanah Suci dengan baik, lancar tanpa halangan bisa kembali ke Tanah Air menyandang haji mabrur.
"Semoga mabrur, sehat, bisa pulang, bisa beribadah di Sono (sana), mintanya itu doang," jelasnya.
Berbeda dengan Inah yang harus menjual harta bendanya, Syafina Marwa (13)โโโโโโโย yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP telah mendaftar haji sejak usianya baru satu tahun. Kedua orang tuanya mempersiapkan tabungan haji agar dirinya dan keluarganya bisa menunaikan ibadah haji bersama.
"Daftar haji sejak tahun 2016, waktu baru satu tahun," kata Syafina.
Ia mengaku senang bisa berkunjung ke Makkah dan berharap setelah menunaikan ibadah haji dapat kembali lagi ke Tanah Suci.
"Harapannya bisa bolak balik ke Tanah Suci," kata Syafina.
Ia mengaku bersyukur atas pelayanan dari para petugas haji kepada jamaah selama di Asrama Haji Cipondoh hingga nantinya di Tanah Suci.
"Pelayanan haji dari petugas baik, semuanya baik," pungkasnya.
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
5
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
6
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
Terkini
Lihat Semua