Satu Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan Meninggal, Total Jadi 10
NU Online · Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB
Tim penyelam Basarnas Special Group bersama tim gabungan menemukan satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Ahad (20/9/2026). (Basarnas)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama tim gabungan kembali menemukan satu korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Ahad (20/9/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga jumlah korban meninggal dalam peristiwa tersebut bertambah menjadi 10 orang.
Korban ditemukan tim penyelam BSG pada pukul 14.14 WITA saat melakukan pencarian di dalam badan KM Virgo yang tenggelam di dasar laut. Setelah ditemukan, korban berhasil dievakuasi pada pukul 15.15 WITA menuju KN SAR Kamajaya menggunakan sekoci kapal tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 16.22 WITA, Helikopter HR 3601 Basarnas mengevakuasi korban dari KN SAR Kamajaya menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru. Setelah tiba di Banjarbaru, korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pencarian kali ini berfokus pada badan kapal.
Menurutnya, tim terus berupaya memanfaatkan teknologi dan pengalaman penyelam untuk menjangkau bagian kapal yang tenggelam.
"Kami telah menemukan hasil satu orang penumpang berhasil kita evakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Banjarmasin. Upaya yang kami lakukan memang berfokus kepada badan kapal itu sendiri. Dari kemarin kami melakukan penyelaman dengan kolaborasi teknologi dan pengalaman penyelam itu sendiri," ujarnya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang digelar secara daring pada Ahad (20/9/2026) malam.
I Putu menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan arus laut yang cukup kuat. Kecepatan arus tercatat mencapai 2-3 knot sehingga membatasi aktivitas penyelaman. Penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) juga sempat dihentikan karena kondisi tersebut.
"Penggunaan teknologi ROV sempat dihentikan dan alat diangkat kembali karena kencangnya arus laut," katanya.
Tim kemudian memanfaatkan momentum saat arus laut tenang yang berlangsung sekitar 45 menit untuk menurunkan penyelam. Untuk evakuasi selanjutnya, ia mengatakan ROV direncanakan digunakan terlebih dahulu untuk menyisir lorong-lorong sempit di dalam kapal.
"Alat pemantau bawah air ROV akan diturunkan terlebih dahulu untuk menjangkau lorong-lorong sempit kapal. Hasil rekaman visual ROV akan menjadi panduan navigasi awal tim di permukaan," ujarnya.
Hingga Ahad (20/9/2026) pukul 21.00 WIB, Basarnas mengonfirmasi 118 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Sebanyak 125 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026). Kapal mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Ahad (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
3
Ngaji Al-Hikam, Kiai Miftach Ungkap Makna Keramat dalam Perjalanan Spiritual
4
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
5
Baca Doa Ini untuk Jaga Kesehatan Mental
6
Banjir Landa Sejumlah Pemukiman di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada
Terkini
Lihat Semua