Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama akan genap berusia 100 tahun pada 31 Januari 2026 mendatang. Seiring dengan itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga bakal menggelar resepsi puncak di Istora Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut Ketua PBNU Rumadi, Harlah 100 tahun NU versi Masehi bakal bakal dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
Untuk memeriahkan kegiatan yang juga dibarengi dengan rapat akbar tersebut, PBNU mengeluarkan twibbon Harlah 100 Tahun NU. Twibbon harlah tersebut dibuat dua versi.
Berikut link twibbon Harlah 100 Tahun NU. Klik dua link ini:
Makna Logo Harlah 100 Taun NU
Logo Harlah 1 Abad NU Masehi sarat dengan makna filosofis. Angka 100 dalam logo melambangkan satu abad perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, matang, dan berpengalaman dalam menghadapi dinamika zaman.
Seratus tahun bukan sekadar usia, tetapi simbol kematangan, evaluasi, dan tonggak sejarah besar. Bentuk solid menunjukkan keteguhan bangsa setelah perjalanan panjang
Angka 1 pada logo menjadi simbol fondasi awal kemerdekaan yang berakar kuat pada nilai moral, spiritualitas, harapan, dan pertumbuhan. Warna hijau yang digunakan mencerminkan keberlanjutan serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
Warna hijau melambangkan awal perjuangan bangsa dan fondasi moral-spiritual Indonesia Merdeka, sebagai akar nilai yang menopang perjalanan 100 tahun berikutnya.
Sementara itu, dua angka 0 berwarna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan capaian peradaban. Warna emas merepresentasikan cita-cita besar Indonesia untuk menjadi bangsa yang unggul, bermartabat, dan berkelas di tingkat global.
Bentuk lingkaran pada angka nol juga bermakna kesempurnaan dan kesinambungan.
Secara keseluruhan, desain logo yang membulat dan solid menggambarkan kesinambungan, persatuan, serta kekokohan bangsa dalam merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Dalam rangka meriahkan Harlah 100 Tahun NU versi Masehi, berikut adalah link download twibbon Harlah 100 tahun NU.
