Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 1447 H hingga Lusa
NU Online ยท Ahad, 1 Februari 2026 | 23:00 WIB
Jakarta, NU Online
Awal Sya'ban 1447 H dimulai pada Selasa (20/1/2026) lalu sebagaimana diumumkan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) pada Senin (19/1/2026). Artinya, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa ayyamul bidh mulai Ahad (1/2/2026).
Untuk diketahui, ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Di bulan Sya'ban 1447 H, ayyamul bidh jatuh pada hari Ahad hingga Selasa (1-3/2/2026).
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang termaktub dalam Sunan An-Nasai, puasa di ayyamul bidh dihukumi sunnah muakkad, sebuah amalan yang sangat dianjurkan. โDiriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: โRasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergianโ.โ
Adapun niat melaksanakan puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut.
ููููููุชู ุตูููู
ู ุฃููููุงู
ู ุงููุจูููุถู ูููููฐูู ุชูุนูุงููู
Nawaytu shauma ayyรขmil bรฎdl lillรขhi taโรขlรข.
Artinya, โSaya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah taโรขlรข.โ
Niat puasa ayyamul bidh ini disunnahkan untuk dilafalkan dengan lisan, tidak sekadar dibaca dalam hati. Niat ini juga mulai boleh dilaksanakan sejak malam hari sampai sebelum masuk waktu zawal, posisi matahari condong ke barat. Hal itu dengan catatan belum makan, minum dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.
Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh, umat Islam disunnahkan untuk sahur terlebih dahulu pada waktu menjelang Subuh sebelum imsak. Jika waktu Maghrib telah tiba, sunnah bagi orang yang melakukan puasa ayyamul bidh untuk menyegerakan berbuka.
Puasa ini memiliki keutamaan (fadilah) seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Hal demikian didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Abudzar ra.
Disebutkannya, sebagaimana termaktub dalam Iโรขnatut Thรขlibรฎn Juz II berdasarkan hadits riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam At-Tirmidzi Nabi Muhammad saw bersabda: โSiapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: โSiapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnyaโ [QS al-Anโam: 160]. Satu hari sama dengan 10 hariโ.โ
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
5
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
6
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
Terkini
Lihat Semua