Khutbah

Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya

NU Online  ยท  Kamis, 2 April 2026 | 20:00 WIB

Setelah melewati Idul Fitri, penting bagi umat Islam untuk mengevaluasi serta muhasabah dalam aspek kondisi keuangan. Banyak pengeluaran biaya besar saat hari raya, bahkan tidak sedikit terjebak dalam pemborosan. Maka, perlu dievaluasi serta langkah strategis selanjutnya untuk menstabilkan kondisi keuangan sesuai prinsip Islam.

 

Naskah khutbah Jumat kali ini berjudul โ€œEvaluasiย Keuangan Setelah Hari Rayaโ€œ Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

 

Khutbah I

 

ุฃูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุฃูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽู‡ู’ุฏููŠู’ ูููŠู’ ย ูƒูู„ู‘ู ุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ู‘ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ย ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู…ููŠู’ุนูŽุงุฏู.ย 


ุงูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽูŠูŽุงุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุงุถูุฑููˆู’ู†ูŽ ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ูŽู‘ ุงูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ย .ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุงูฐู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู. ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู’ู…ู ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูุฐูŽุงู“ ุงูŽู†ู’ููŽู‚ููˆู’ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณู’ุฑููููˆู’ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูุฑููˆู’ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฐูฐู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆูŽุงู…ู‹ุง


ย 

Jamaahย shalat Jumat yang dirahmati Allah

 

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allahย dengan istiqamah menunaikan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya secara teguh. Ketakwaan bukan sekadarย ibadah-ibadah ritual semata, melainkan juga terpancar nyata dalam pengelolaan kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana kita mengelola harta yang Allah titipkan kepada kita.

 

Setelah melewati hari raya Idul Fitri, inilah momentum tepat untuk muhasabah, bukan hanya soal ibadah semata, melainkan juga pengelolaan keuangan. banyak dari kita yang menggelontorkan dana besar saat hari raya. untuk mudik, berwisata, kebutuhan pakaian dan makanan, serta beragam keperluan lainnya. hingga sebagian nekat berutang untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan.

 

Hal ini yang harus dikendalikan setelah periode lebaran berakhir, dengan bermuhasabah dan evaluasi keuangan baik itu pribadi maupun keluarga. Pada dasarnya harta yang kita miliki adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara syariat Islam.ย 


Dalam konteks pengelolaan keuangan, Allah Swt telah mengingatkan dalam Al-Qurโ€™an Surat Al-Furqan ayat 67 ;


ย 

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูุฐูŽุงู“ ุงูŽู†ู’ููŽู‚ููˆู’ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณู’ุฑููููˆู’ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูุฑููˆู’ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฐูฐู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆูŽุงู…ู‹ุง

 

Artinya : โ€œDan, orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.โ€

 

Ayat ini mengingatkan serta sebagai tanda evaluasi keuangan kita, bahwa Allah memberi petunjuk dalam mengelola keuangan agar seimbang dengan tidak boros, tidak kikir dan harus dikelola secara bijak serta sesuai syariat.ย 

 

Imam At-Thabari menjelaskan ayat ini dalam Kitab Tafsir Jamiโ€™ul Bayan fi Tafsiril Qurโ€™an,ย Jilid XVII halaman 501, bahwa โ€˜berlebih-lebihanโ€™ dalam belanja yang dimaksud Allah dalam konteks ayat ini adalah belanja yang tidak melampaui batas, yang diperbolehkan Allah bagi hamba-hamba-Nya, lalu kikir yang dimaksud adalah mengurangi apa yang Allah perintahkan serta mengeluarkan nafkah secara adil dan baik.


Jamaahย shalat Jumat yang dirahmati Allah


Melakukan evaluasi keuangan setelah hari raya adalah bagian esensial dari muhasabah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Muhasabah tidak terbatas pada ibadah ritual semata, melainkan meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk pengelolaan harta benda. Jika dianalogikan dalam sebuah perdagangan, seorang pedagang akan menghitung modal, keuntungan, dan kerugian secara teliti di akhir tahun, bulan, atau bahkan setiap hari.ย 


Seperti yang disampaikanย oleh Imamย Ghazali dalam Kitab Ma'idzatul Mu'minin karya Jamaludin Al-Qasimi halaman 308;

 

ย ุฅูุฐูŽุง ุนูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูููŠ ุขุฎูุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ุณูŽุงุนูŽุฉูŒ ูŠูุทูŽุงู„ูุจู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณูŽ ูˆูŽูŠูุญูŽุงุณูุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽู…ููŠุนู ุญูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุณูŽูƒูŽู†ูŽุงุชูู‡ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ุชูู‘ุฌูŽู‘ุงุฑู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุดูู‘ุฑูŽูƒูŽุงุกู ูููŠ ุขุฎูุฑู ูƒูู„ูู‘ ุณูŽู†ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุญูุฑู’ุตู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุงุŒ ูˆูŽูƒูŽูŠู’ููŽ ู„ูŽุง ูŠูุญูŽุงุณูุจู ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ูู„ู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูููŠู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‚ู ุจูู‡ู ุฎูŽุทูŽุฑู ุงู„ุดูŽู‘ู‚ูŽุงูˆูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽุจูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุขุจูŽุงุฏูุŸ ย ย 

 

Artinya: โ€œJika kamu sudah memahami hal ini, sebaiknya setiap orang meluangkan waktu di akhir hari untuk mengevaluasi diri, menilai apa yang telah dilakukan dan apa yang tidak dilakukan sepanjang hari. Sama seperti pedagang yang menghitung untung-rugi bersama rekan bisnis mereka di akhir tahun, bulan, atau bahkan setiap hari demi menjaga keuntungan duniawi. Lalu, bagaimana mungkin seseorang yang bijak tidak mengevaluasi dirinya dalam hal-hal yang menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan yang abadi?.โ€

 

Berdasarkan penjelasan Imam Ghazali, kita bisa mengetahui posisi keuangan dengan jelas, seseorang setidaknya teliti dalam menghitung apa yang sudah mereka keluarkan dan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kekurangan di hari raya ini. Karena dari evaluasi, kita senantiasa bisa bertanggungjawab atas anugerah yang Allah diberikan.


Maka perlu beberapa langkah evaluasi keuangan di hari raya berdasarkan prinsip Islam sebagai berikut :

 

Pertama, mencatat pengelolaan keuangan.

 

Salah satu langkah antisipasi yang diajarkan agama adalah mencatat setiap pengelolaan harta dan transaksi, terutama saat hari raya. Dalam Tafsir At-Tabari (hlm. 48), Imam Ibnu Jarir At-Tabari meriwayatkan dari sahabat Ibnu Juraih dalam penjelasanย suratย Al-Baqarah ayat 282:

 

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุฌูŽุฑููŠู’ุฌ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู (ูŠูฐู“ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูฐู…ูŽู†ููˆู’ู“ุง ุงูุฐูŽุง ุชูŽุฏูŽุงูŠูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุงูู„ูฐู“ู‰ ุงูŽุฌูŽู„ู ู…ู‘ูุณูŽู…ู‘ู‹ู‰ ููŽุงูƒู’ุชูุจููˆู’ู‡ู) ู‚ูŽุงู„ูŽ : ููŽู…ูŽู†ู’ ุงูŽุฏูŽุงู†ูŽ ุฏูŽูŠู‘ูู†ุงูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุชูŽุจูŽ , ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุจูŽุงุนูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู

 

Artinya: โ€œDari Ibnu Juraih, Firman Allah: โ€œWahai orang-orang yang beriman, ketika kalian saling berhutang sampai batas suatu tempo tertentu, maka catatlahโ€. Maksud dari ayat ini adalah barangsiapa yang menghutangkan suatu aset (kepada orang lain), maka sebaiknya ia mencatat, dan barangsiapa melakukan jual beli, maka sebaiknya mengambil saksi.โ€

 

Kedua, memastikan ada simpanan keuangan atau tabungan.

 

Demi keberlangsungan perputaran ekonomi dalam keluarga setelah hari raya, adanya tabungan merupakan langkah mendasar untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga. Uang yang disisihkan bukan hanya sebagai cadangan saat darurat, tetapi juga pelindung dari musibah tak terduga. Dalam pandangan Islam, menabung bukan sekadar adat biasa, melainkan wujud tanggung jawab syar'i atas rezeki Allah Swt.ย 


Seperti Sabda Nabi Muhammad Saw dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihul Bukhari, juz 4, halaman 7 :ย 


ย ุฃูŽู…ู’ุณููƒู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ู…ูŽุงู„ููƒูŽุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูŽ


Artinya, โ€œSimpanlah sebahagian daripada hartamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.โ€

 

Ketiga, belanjaย atauย pengeluaranย sesuai kebutuhan.


Salah satu kekeliruan yang sering terjadi menjelang Idul Fitri adalah tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Padahal dalam ajaran Islam, kita diperintahkan untuk mengutamakan hal-hal yang wajib dan lebih utama. Maka, pengeluaran keuangan dimulai dari memahami kebutuhan prioritas dalam keluarga, baik itu bersifat pokok (แธarลซriyyฤt), pelengkapย (แธฅฤjiyyฤt)ย maupun kebutuhan tersier (taแธฅsฤซniyyฤt).

 

Dalam hal tersebut, Nabi Muhammad Saw memberi contoh agar segala kebutuhan yang berhubungan dengan nafkah keluarga itu sebaiknya dikeluarkan sesuai prioritasnya, paling utama untuk mencukupi diri sendiri jangan sampai meminta- minta. Setelah itu baru ke keluarga, kerabat dan lain sebagainya.


ย Nabi Muhammad Saw bersabda :

 

ุงุจู’ุฏูŽุฃู’ ุจูู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ููŽุชูŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽุถูŽู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ููŽู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ููƒูŽุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽุถูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ููƒูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ููŽู„ูุฐููŠ ู‚ูŽุฑูŽุงุจูŽุชููƒูŽุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽุถูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐููŠ ู‚ูŽุฑูŽุงุจูŽุชููƒูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ููŽู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง


Artinya : โ€œMulailah dengan dirimu, maka sedekahlah untuk dirimu! Jika ada kelebihan dari kebutuhan dirimu, maka untuk keluargamu. Dan jika ada kelebihan dari kebutuhan keluargamu, maka untuk kerabatmu. Jika ada kelebihan dari kebutuhan kerabatmu, maka untuk yang lainnya dan untuk yang lainnya seterusnya.โ€ (HR. Muslim)

 

Keempat, hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam pengeluaran.


Kebanyakan kita selalu melewati batas serta berlebihan dalam membelanjakan kebutuhan di hari raya, jangan sampai kita hidup untuk memamerkan gaya hidup mewah, kekayaan, untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan. Perlu adanya kesederhanaan dalam membelanjakan harta, tidak berlebih-lebihan yang tidak sesuai kebutuhan melainkan hanya keinginan nafsu sesaat.

 

Imam Ghazali dalam Kitab Ihyaโ€™ Ulumuddin Jilid II, halaman 47 sebagai berikut:

 

ย ุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู ุงู„ูุงุนู’ุชูุฏูŽุงู„ู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ูŽุชู‘ูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ููŽุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ุฑูููŽ ุจูŽู„ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุตูุฏูŽย 

 

Artinya: โ€œAdab keenam yaitu kesederhanaan dalam membelanjakan harta. Janganlah para suami mempersempit belanja yang dibutuhkan oleh kaum wanita (para istri), akan tetapi juga jangan terlalu melebih-lebihkan. Berikanlah kepada para istri belanja untuk memenuhi kebutuhan yang sewajarnya.โ€ย 

 

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah


Demikian khutbah Jumat ini disampaikan, Semoga kita semua tetap dibimbing Allah Swt untuk senantiasa bisa amanah dalam pengelolaan keuangan, menjauhkan kita dari sikap boros dan berlebih-lebihan, serta menganugrahkan keberkahan dalam setiap rezeki yang kita miliki, sehingga Idul Fitri menjadikan hati yang bersih, tenang, dan penuh ketakwaan. Amin ya rabbal โ€™alamin


ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู’ู„ูู‚ู’ุฑุกูŽุงู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูู…ู’ ูุจู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู, ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู— ู‡ููˆูŽ ุงู’ู„ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู ย 


Khutbah II


ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุฏููŠู’ู†ู‹ุง ู‚ูŽูŠู’ู…ู‹ุง ุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ู‘ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽู‡ู‘ูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฑูŽุญู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ย ุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุนููˆู’ุซู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุงุฏููŠ ุงูู„ูŽูŠ ุฏูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ูŽุงู†ู. ย ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู„ูŽุงู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูู†ู’ุณูŽุงู†ูุŒ ย ููŽูŠูŽุงุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุงุถูุฑููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูุตููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽุงููŠู‘ุงูŠูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุงุฏู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽูŠุŒู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง


ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ููŽูŠูŽุง ู‚ูŽุงุถููŠูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุชู. ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ. ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ.

ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู… ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ุงู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู

------
Muhammad Syaf'ul Iktafi,ย Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah Salatiga