NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 52 dari 95)
Ka’bah dalam Lintasan Sejarah
Pustaka

Ka’bah dalam Lintasan Sejarah

Berbagai narasi dan kisah tentang Ka’bah begitu banyak disebut dalam kitab-kitab klasik. Salah satunya, kitab karya Fathi Fawzi Abdul Mu’thi yang berjudul The Ka’bah. Kitab atau buku yang bertutur tentang sejarah Ka’bah dan Masjidil Haram sejak zaman Nabi Ibrahim AS hingga sekarang. Rangkaian peristiwa historis selama empat puluh abad disajikan lengkap dengan gaya tutur naratif, menampilkan dialog-dialog yang kaya di antara pelaku sejarah membuat informasi lebih berwarna untuk mengerti kondisi Ka’bah dari masa ke masa. 

Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah
Pustaka

Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah

Di zaman yang serba modern ini, segala hal dituntut harus sesuai dengan akal (rasio), sehingga apa-apa yang bertentangan dengan kaidah akal, hukumnya wajib ditolak. Hal ini pula yang melatarbelakangi muncul dan berkembangnya kaum-kaum modernis sebagai bentuk perlawanan dari kaum tradisional yang mereka pandang banyak amaliyah-amaliyahnya bertentangan dengan rasio, sehingga mereka mencap para kaum tradisionalis sebagai kaum yang gandrung pada Takhayyul, Bid’ah dan Churafat (TBC).

Kiai Ahmad Dahlan, Pejuang NU yang Terlupakan
Pustaka

Kiai Ahmad Dahlan, Pejuang NU yang Terlupakan

Mungkin kita sebagai Nahdliyin sering mendengar nama sekaliber KH Hasyim Asy’ari ataupun KH Wahab Chasbullah, namun kita jarang bahkan tidak mengenal nama KH Ahmad Dahlan. Beliau merupakan salah satu tokoh NU pada era awal yang menjabat sebagai wakil rais aam, satu tingkat di bawah KH Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai rais akbar Nahdlatul Ulama, juga sebagai penggerak dan pembela ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Membongkar Pemikiran dan Peyimpangan Sekte Wahabi
Pustaka

Membongkar Pemikiran dan Peyimpangan Sekte Wahabi

Dalam keyakinan kaum muslimin, sejak Islam pertama kali hadir di Jazirah Arab, ia sudah mendeklarasikan diri sebagai agama universal: agama untuk seluruh manusia, bukan agama ras, sektarian, apalagi agama komunitas tertentu. Dan, sudah barang tentu ia juga mengandung semangat sebagai agama rahmat, kedamaian, dan humanis bagi sekalian alam. Keyakinan demikian ini secara teologis—maupun historis—memang sangat berasalan.