NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 94 dari 95)
Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia
Pustaka

Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia

Buku ini diterbitkan sebagai bahan renungan dan berkaca tentang identitas bangsa Indonesia yang hingga saat ini tidak jelas karakternya. Berbagai identitas coba dicari, diresapi, dan dirajut untuk sebuah identitas bangsa besar ini. Hal atau peristiwa masa lalu yang coba ditafsirkan orang masa kini –dalam ingatan dan kenangan-sesungguhnya menyimpan kekuatan kearifan dan harapan –dalam identitas terbayang orang yang bersangkutan. Tentunya, seperti buku ini yang berisi upaya mengingat, dapat berguna untuk perjalanan hidup di masa selanjutnya. Apa yang diingat oleh orang atau komunitas rakyat kecil yang diteliti dan dipaparkan oleh para penulis dalam buku ini sebagai hasrat budaya mereka untuk dapat akrab dan kreatif menyiasati praktek hidup sehari-hari. Sebuah hasrat budaya yang mudah dinilai dan dicemooh sebagai sekadar suatu aksi picisan oleh para perekayasa budaya, pemilik modal, dan pencipta pengetahuan yang kebetulan sedang berkuasa. Tentang identitas musik campursari (musik campuran budaya Jawa dan Barat) dijelas

Islam Sufistik: “Islam Pertama” dan Pengaruhnya Hingga Kini di Indonesia
Pustaka

Islam Sufistik: “Islam Pertama” dan Pengaruhnya Hingga Kini di Indonesia

Jejak Sosiologis "Jalan Kebenaran" dan Pengaruhnya Tasawuf (mistik, sufi, olah spiritual) berperan besar dalam menentukan arah dan dinamika kehidupan masyarakat. Kehadirannya meski sering menimbulkan kontroversi, namun kenyataan menunjukkan bahwa tasawuf memiliki pengaruh tersendiri dan layak diperhitungkan dalam upaya menuntaskan problem-problem kehidupan sosial yang senantiasa berkembang mengikuti gerak dinamikanya. Sebagai agama, Islam mempunyai berbagai aspek. Salah satunya adalah m

Tradisi Intelektual NU
Pustaka

Tradisi Intelektual NU

Melacak Tradisi Intelektual NU Tradisi, merupakan kata kunci dalam memahami NU, tetapi sayangnya orang termasuk para peneliti tidak mengerti arti tradisi itu, terlebih lagi ketika pikiran modernitas yang sesat itu menyebar, lantas dijadikan sebagai cara pandang, maka tradisi dianggap suatu ananomali bahkan sebuah patologi kebudayaan yang harus disingkirkan atau ditinggalkan agar memperoleh kemajuan. Kalau orang menyebut NU sebagai organisasi Islam tradisional maka yang dipersepsikan adalah NU sebagai organisasi orang desa yang terbelakang. Pandangan itu yang mendominasi literature ilmu-ilmu social dan sejarah saat ini. Hadirnya buku dari Ahmad Zahro yang berusaha m

Kelompok Paramiliter NU
Pustaka

Kelompok Paramiliter NU

Tradisi Kanuragan Pesantren Studi historis yang serius akan menghindarkan seseorang dari kesesatan opini yang berkembang, sebab dalam studi semacam, itu asal-usul, peraan serta prestasi suatu lembaga ditelusuri dengan cermat. Maka kajian ayang dilakukan Hairus Salim yang melakukan kajian historis tentang eksistensi Banser mampu menghindarkan diri dari isu belakangan yang sangat negantif terhadap kelompok paramiliter termasuk Banser. Belakanagan ini muncul beberapa peristiwa yang membawa citra buruk pada organisasi paramiliter, akibatnya seluruh lembaga paramiliter dicap sebagai lembaga kekerasan, bahakan sebuah lembaga ilmiah di Paris dengan sangat gegabah mengkategorikan Banser sebagai teroris. Cara pandang seperti itu marak belakangan ini

Komunikasi Politik Nahdlatul Ulama
Pustaka

Komunikasi Politik Nahdlatul Ulama

Mengenal Komunikasi Politik Warga NU Sebagai bagian dari krisis ilmu social di Indonesia, maka kajian Islam dam kajian NU khususnya oleh para akademisi baik domestik maupun asing mengalami krisis yang luar biasa yakni mengalami kemiskinan teori dan pendekatan. Akibatnya teori-teori usang seperti teori modernisasi, yang lebih banyak menyesatkan ketimbang menjelaskan, masih saja digunakan. Dunia terus bergerak, masyarakatpun terus berubah, tetapi para ilmuwan selama seperempat abad ini tidak mengalami perubahan, sehingga mereka keliru dalam melihat masalah, masih mengunakan kacamata hitam masa lalu, sehingga kondisi riil saat ini yang warna-warni pun masih dilihat sebagai hitam. Kajian Komunikasi Politik NU yang dila

Akar Konflik Aantar-Kiai dan Solusinya. Titik Tengkar Pesantren: Resolusi Konflik Masyarakat  pesantren
Pustaka

Akar Konflik Aantar-Kiai dan Solusinya. Titik Tengkar Pesantren: Resolusi Konflik Masyarakat pesantren

Oleh : Kholilul Rohman Ahmad* Konflik dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan fakta. Tingkat eskalasinya pun berbeda-beda, pun solusi yang dipilih pun beragam sesuai dengan intensitas dampak yang ditimbulkannya. Jenis konflik sosial yang terjadi di Indonesia secara umum variatif, yakni baik vertikal; negara versus warga, buruh versus majikan; maupun horizontal: antarsuku, antaragama, antarmasyarakat dan sebagainya. Konflik-konflik tersebut bisa berlatar belakang ekonomi, politik, kekuasaan, dan kepentinga

Confessions of an Economic Hit Man
Pustaka

Confessions of an Economic Hit Man

Indonesia Dijerat Utang untuk Dijajah                Dua hari lalu penulis membeli buku John Perkins yang berjudul Confessions of an Economic Hit Man.  Penulis baru membaca buku ini sampai halaman 70 dari total 225 halaman. Tanpa komentar apa pun, dalam artikel ini penulis kemukakan beberapa paragraf yang sangat relevan bagi Indonesia. Paragrap tersebut penulis terjemahkan secara bebas kedalam bahasa Indonesia.

Gerakan Moral Melawan Korupsi
Pustaka

Gerakan Moral Melawan Korupsi

Angin korupsi yang ditabur semasa Orde Baru seolah menjadi badai penjarahan pada masa reformasi dan pasca reformasi. Kalau selama ini korupsi dijalankan dengan tertutup secara rapi maka saat ini korupsi dijalnkan dengan terang-terangan. Kalau dahulu hanya didominasi oleh kalangan eksekuti, maka sekarang kalangan legislatif dan yudikatif tidak kalah rakusnya. Maka bisa dilihat akibantnya, ketika perekonomin terpuruk sejak masa krisis nasional 1987 yang lalu, pekerjaan yang paling menguntungkan adalah menjadi politisi. Sektor ini seolah tidak mengenal krisis, buktinya siapa saja yang masuk sektor itu langsung menjadi kaya mendadak , bahkan yang sekadar menjadi broker atau pialang politik saja sudah cukup menguntungkan. Kalau selama ini korupsi didominasi oleh kelompok birokrasi, melalui proteksi dan pemberian lisensi serta pungutan liar lainnya. Sekarang ini kalangan politisi dari partai lebih gesit lagi. Karena zamannya membuat peraturan dan undang-undang, maka kalangan partai dan terutama anggota DPR nya di berbagai ttingkat itu yang menentukan segalanya. Setiap pasal akan menentukan nasib rakyat, karena rakyat tidak mampu membeli dan membela pasal yang menguntungkan dirinya, maka para pejabat dan para pengusaha yang mendahului mereka dengan cara menyuap untuk membuat peraturan yang hanya menguntungkan kelompok bisnis ini. Persoalan tersebut yang disoroti oleh K