NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 93 dari 95)
Jilbab; Antara Kesalehan, Kesopanan dan Perlawanan
Pustaka

Jilbab; Antara Kesalehan, Kesopanan dan Perlawanan

Oleh: Achmad Maulani*) Tradisi berjilbab mulai menyebar ke berbagai belahan dunia sekitar akhir 1970-an dan menjelang awal 1980-an. Tepatnya pasca Revolusi Islam meletus di Iran, di mana pemimpin besar revolusi Iran Ayatullah Khomeini berhasil menggulingkan rezim Syah Reza Pahlevi. Sebuah revolusi yang oleh banyak orang disebut sebagai revolusi peradaban atas hegemoni peradaban Barat. Banyak simbol yang digunakan sebagai medium resistensi dalam revolusi Islam Iran tersebut. Di antaranya adalah Jilbab. Jilbab dalam revolusi Iran menjadi simbol resistensi yang sangat signifikan. Jilbab menjadi simbolisasi identitas kebudayaan yang mengusung nilai-nilai spritual sebagai counter atas kebudayaan Barat yang berpijak pada landasan sekulerisme. Gaung dari revolusi Iran ini bergema di belahan negeri-negeri muslim di dunia. Dari sinilah, Jilbab menjadi populer dan memiliki sejarah sosial yang sangat variatif di seluruh dunia (hlm. 18). Dalam ranah sosio-religius, tradisi berjilbab merupakan fen

Republik Pasar Bebas : Menjual kekuasaan Negara, Demokrasi dan Civil    Society Kepada  Kapitalisme Global
Pustaka

Republik Pasar Bebas : Menjual kekuasaan Negara, Demokrasi dan Civil Society Kepada Kapitalisme Global

Mewaspadai Ancaman GlobalisasiOleh  : Samsul Huda Banyak orang berucap dengan ringannya kata ‘globalisasi’, seolah kata itu tak bermakna, sebuah kata-kata kosong, yang tidak memiliki implikasi ideologi  sama sekali. Bahkan ngerinya kata ini,  seolah menjadi panduan pergaulan  sehari-hari yang diucapakan oleh manusia dari segala  strata. Semua bicara tentang globaliasi,.dimana-mana globalisasi. Tragis nya kata ini menjadi magnet luar biasa kuat, konsumen kata ini bukan monopoly pemerintah, akademisi, atau kalangan profesional semata, tapi sudah menjadi bahasa pergaulan sehari-hari rakyat kecil, istilah ini meluber kemana-mana, dari gedung bertingkat sampai kedai kopi. Semua memperbincangkannya tanpa tahu, siapa kekuatan invisible hand yang menggerakkan demi kepentingan ideologinya. Bagi Susan George, penulis buku ini, melihat fenome

Pembaharuan Desa Secara Partisipatif
Pustaka

Pembaharuan Desa Secara Partisipatif

Pembaruan Desa, Upaya Menuju Good GovernanceOleh: Achmad Maulani*) Kalau kita benar bahwa di negeri ini tengah berlangsung proses desentralisasi yang berlangsung secara simultan  dengan proses demokratisasi dan proses tersebut berjalan mulus secara top-down dalam kendali pemerintah, kiranya sangat mudah di antisipasi bahwa pembaruan pada level yang paling bawah adalah suatu keniscayaan. Dan muara dari itu semua adalah pembaruan pemerintahan desa. Dalam kerangka itulah, optimisme akan berlangsungnya pembaruan penyelenggaraan pemerintahan pada level desa ternyata harus dibangun. Namun, kita juga tidak bisa sec

Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah Di Indonesia
Pustaka

Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah Di Indonesia

Catatan Kritis Atas Pelaksanaan Otonomi Daerah “Pengalaman adalah guru yang paling baik”, demikian pitutur orang-orang bijak. Dan sungguh negara dan bangsa ini punya guru amat baik: segudang pengalaman melakukan eksperimen dalam proses menuju konsolidasi negara-bangsa modern. Hanya dalam masa tak sampai enampuluh tahun, kita telah mengalami hampir semua pengalaman dan tahapan yang dibutuhkan oleh sebuah negara-bangsa yang su

Hukum Konstitusi Masa Transisi: Semiotika, Psikoanalisis dan Kritik Ideologi
Pustaka

Hukum Konstitusi Masa Transisi: Semiotika, Psikoanalisis dan Kritik Ideologi

1 “Membingungkan dan menggoda untuk dieksplorasi”, cetus salah seorang pembaca. Buku yang berjudul Hukum Konstitusi Masa Transisi tulisan Anom Surya Putra ini cenderung abstrak dan tidak akrab dalam bahasa hukum. Di awal tulisannya, terdapat suatu kritik pula dari Dr Kusnanto Anggoro (CSIS) bahwa “....sebagai kritik, buku semacam ini memang terlalu sedikit untuk memahami berbagai soal yang sering muncul dalam transisi demokrasi di Indonesia. Kalau harus dirumuskan dalam satu kalimat, bab-bab dalam buku ini bermuara pada simpul tunggal: Agenda reformasi lebih banyak merupakan kristalisasi kepentingan elit politik jangka pendek daripada kegairahan untuk mengangkat kepentingan publik....”. Hal ini merupakan pernyataan akademis Dr Kusnanto Anggoro yang melihat posisi hukum, U

Teori Hukum Kritis: Struktur Ilmu dan Riset Teks
Pustaka

Teori Hukum Kritis: Struktur Ilmu dan Riset Teks

TEORI HUKUM BELUM TENTU PRAXIS Oleh: Salman Al Farisi* “Kejenuhan” Sebagai Konteks Awal Penulisan Buku Jujur diakui, sampai sekarang studi hukum di Fakultas Hukum masih berat untuk keluar dari etos nalar hukum konservatif yang membuat “jenuh” pembaca dan pendengarnya. Konservatisisme itu dapat kita rasakan dalam beberapa kecenderungan mereka dalam membaca realitas/fakta hukum. Fakta hampir selalu dimaknai sebagai objek, yang layak diperlakukan sebagai bahan kajian. Oleh karenanya, tidak mengherankan kalau studi hukum di Indonesia masih bergerak elitis-teoritis dan non-praxis yang melibatkan kenyataan yang senantiasa bergerak cepat.Dalam konstruk itulah, buku ini hadir. Hadir bukan sekedar untuk dijadikan diktat kuliah, tapi untuk menggiring arus paradigma studi Ilmu Hukum yang fasis, seperti disebut oleh pengantar Dr Muhammad A.S. Hikam. Buku ini terkesan ditulis dengan dendam yang menggebu-gebu, karena pengalamannya yang kurang mengasyikkan ketika menjadi mahasiswa. Penulisnya, Anom Surya Putra, sepertinya melakukan “pembongkaran” terhadap segala “nihilisme” studi Ilmu Hukum yang melanda pada struktur nalar-psikologis sarjana ilmu hukum. Melalui eksplorasi Antropologis, studi Ilmu Hukum pada akhirnya diarahkan pada pembacaan isu-isu hukum kontemporer dengan latar kebijakan yang diotak-atik lewat pembacaan bahasa hukum yang direlasikan dengan kuasa, perubahan kultur, dan teknologi-politik. Kritik yang paling tajam beranjak dari etos visibilitasnya yang lebih besar (istilah ep

Judul  : Ironisme Politik Magelang: Dokumentasi Proses Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Magelang Periode 2004-2009
Pustaka

Judul : Ironisme Politik Magelang: Dokumentasi Proses Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Magelang Periode 2004-2009

Oleh : Muhammad Syihabuddin Menjelang pelantikan Bupati/Wakil Bupati Magelang (Jawa Tengah) yang rencananya akan dilaksanakan sebelum pemilu 2004, Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (J@rMuNU) menerbitkan buku Ironisme Politik Magelang: Dokumentasi Proses Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Magelang Periode 2004-2009. Buku ini merupakan kumpulan berita seputar pilkada (pemilihan kepada daerah) Kabupaten Magelang yang pernah dimuat di berbagai media massa, diterbitkan sebagai upaya mengontrol kekuasaan melalui pendidikan politik rakyat dengan cara memberikan “informasi apa adanya”. Selain itu juga diselipi analisis-analisis tajam sebagai dengan upaya mendorong rakyat Kabupaten Magelang kritis dalam menyikapi pemilihan Bupati/Wakil Bupati secara langsung kelak. Presidium J@rMuNU Khol

Judul    :  Intelektual Pesantren, Perhelatan Agama dan Tradisi
Pustaka

Judul : Intelektual Pesantren, Perhelatan Agama dan Tradisi

Jaringan Internasional Intelektual Tradisional Tradisionalitas selalu dikaitkan dengan lokalitas, pesantren sebagai bentuk pendidikan tradisional selalu diasosiasikan sebagai bentuk lokalitas atau Islam lokal, namun demikian bukan berarti tidak memiliki universalitas. Dalam kenyataannya Islam tradisional tidak hanya di pesantren Jawa atau di Nusantara, tetapi memiliki jaringan di seluruh dunia. Hal ini sebenarnya telah ditunjukkan dalam berbagai literatur, dan telaah paling kontemporer adalah yang dituangkan dalam buku karya Abdurrahman Mas’ud ini. Mekah sebagai pusat dunia Islam sekaligus juga sebagai pusat intelektual, karena di sana menjadi pusat pendidikan Islam, selain Al Azhar. Dan menariknya di pusat pendidikan dunia itu juga ditangani oleh para ulama terkenal dari Jawa seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Mahfud At Tarmisi dan sebagainya. Sebagai syaikh (guru besar) para Ulama itu tidak hanya amengajar mahasantri dari Jawa, tetapi didatangi mahasantri dari seluruh negara Islam. Para ulama yang disebutkan tadi tidak hanya mengajar,

Kritik Moral Pembangunan
Pustaka

Kritik Moral Pembangunan

Pembangunan selalu mengingatkan kita pada gagasan tentang kemajuan, kesejahteraan, dan kekayaan. Ikhtiar pembangunan memang demi mencapai hal-hal itu. Namun, pada prakteknya, pembangunan justru seringkali menemui kebuntuannya sendiri. Pembangunan, dalam pandangan para penulis dalam buku ini, saat ini semakin kehilangan daya pikat dan vitalitasnya. Praktek dan wacana pembangunan saat ini berada dalam titik kritis akibat pelbagai ketidak selarasan dan kesenjangan. Maka, kalau Robertson (Robertson: 1984) pernah menganggap pembangunan sebagai usaha kolektif paling ambisi

Jalan Terjal Reformasi Lokal; Dinamika Politik di Indonesia
Pustaka

Jalan Terjal Reformasi Lokal; Dinamika Politik di Indonesia

Menyimak Reformasi di Tingkat Lokal  Reformasi  merupakan salah satu istilah popular yang muncul setiap saat sebagai wacana publik. Dari mulai diskusi yang berlangsung di ruang-ruang seminar, sampai obrolan warung kopi, kata reformasi hampir selalu tampil sebagai topik utama pembicaraan.  Reformasi politik juga menjadi sebuah agenda penting yang bukan saja mendorong tumbuhnyani partisipasi masyarakat, namun juga ekspresi penataan politik di tingkat negara. Namun tentu saja, patut dipanjatkan harapan agar reformasi tidak mengalami inflasi dan pemerosotan makna karena terlalu sering digunakan di luar konteks. Sebagai sebuah hasil dari penelitian di berbagai daerah, buku ini memperlihatkan kenyat