NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 92 dari 95)
Jihad Melawan Korupsi
Pustaka

Jihad Melawan Korupsi

Cetakan : 1, Juli 2005Tebal : 260 halamanPeresensi : Muhammadun AS* Gendrang melawan korupsi dinegeri ini telah begitu bergemuruh dengan dideklarasikan berbagai lembaga untuk memberantasnya. Namun pemberantasan korupsi, tidaklah sebuah wacana saja yang di'deklarasikan' dihadapan publik, tetapi harus direalisasikan dalam tindakan konkrit yang dapat dilihat masyarakat. Memang, penetapan ini sangat penting untuk mengembalikan kembali semangat pemberantasan korupsi negara-negara yang selama ini terpuruk akibat dilanda kejahatan para koruptor yang sedemikian rupa. Wabil khusus Indonesia, negara yang dulunya dianggap sebagai bangsa yang ramah, santun, dan bersahaja dalam percaturan dunia, ternyata ramahnya hanya untuk mengelabuhi saudaranya sendiri dengan berkorupsi tanpa mengenal hati nurani. Bahkan, hasil survey tahunan lembaga Political and Economic Risk Consultancy [PERC] tahun 2004, Indonesia di nyatakan sebagai negara terkorup sebagai Asia. Prediket sebagai negara terkorup sebagai Asia merupakan goncangan psikologis yang sangat menyakitkan di hati seluruh rakyat negeri ini, karena secara tidak langsung, yang terkena getah perbuatan keji ini adalah seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya para koruptor saja. Para koruptor malah dengan seenaknya melancarkan praktik korupsinya ditengah penderitaan saudara sebangsa dan sebagai Tanah Air. Buku "Jihad Melawan Kor

Semesta Sabda
Pustaka

Semesta Sabda

PEMBELAAN ATAS FILSAFAT ALA PESANTREN   Peresensi : Puji Hartanto*  Filsafat di dunia pesantren merupakan satu kajian yang belum tersentuh. Mungkin di beberapa pesantren masih mempopulerkan pendapat ulama kawakan, seperti , Ibnu Sholah yang berkata "Barang siapa yang berlogika-berfilsafat maka dia dihukumi kafir zindiq" terlebih Imam al-Ghazali yang karya-karyanya dijadikan simbol spiritual tertinggi di dunia pesantren, menulis suatu karya yang mungkin bagi kaum santri mungkin begitu kuat menancap. Di benak, Tahafut al-Falasifah (kerancauan para filsuf). Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau sampai saat ini pesantren masih terlalu menyibukan diri pada Tafakkahu fi ad-din (memahami ilmu agama) sambil membuang arti penting dunia. Singkat kata, filsafat didunia pesantren masih merupakan sesuatu yang asing. Bahkan sebagian kiai masih berpendapat bahwa filsafat adalah anak haram hasil perselingkuhan orang-orang Yunani dengan para cendikiawan muslim. Semesta Sabda, Novel filsafat yang ditulis oleh Fauz Noor sebagai kelanjutan novel pertamanya "Tapak Sabda" mencoba untuk membidik masalah-masalah yang selama ini kurang diperhatikan oleh para ulama kita khususnya di dunia pesantren. Misalnya dalam suratnya kepada "Sabda" di bab Bahasa Langit, Bahasa Bumi, disitu kita akan menemukan topik bahasan mengenai divinisi agama (ad-din). Selama ini ulama mendevinisikan agama sebagai ‘ketentuan-ketentuan Tuhan yang mendorong siapapun yang berakal untuk berbuat baik didunia maupun diakhirat" Menurut "firman" si penulis yang menempatkan diri sebagai pengirim surat misterius kepada "Sabda", definisi tersebut masih terlalu abstrak. Yaitu dengan menafikan keberadaan akal, padahal menurutnya, akal adalah sesuatu yang real. Disini "Firman" melakukan pembelaannya terhadap filsafat dengan mengutip hadist Nabi yang artinya: "bahwa ad-din (agama) itu akal dan tidak ada ad-din (agama) bagi orang-orang yang tidak berakal". Kemudian "Firman" mengartikan bahwa ketundukan itu akal dan tidak ada ketundukan bagi orang-orang yang tidak berakal. (hlm 78) Dari sini, kemudian "Firman" merumuskan satu kemestian berfikir, keharusan berfilsafat, bahwa sekuat apapun kita berfikir, pada akhirnya akal akan bertemu dengan ke absurdan. Sebab, al-Qur’an sendiri berkata "Kehidupan dunia itu hanya permainan dan senda gurau" (Q.S al-An’am ayat 32). Kemudian ia mengartikan inti dari risalah muhammad, ad-din al-Islam, dengan filafat proses, dimana din

Fiqh Tradisionalis, Jawaban  Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari
Pustaka

Fiqh Tradisionalis, Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari

Sebuah klarifikasi 'ubudiyyah kalangan nahdlyin Peresensi :Siti Nurul Islam * Semua Amaliah NU itu Ma’tsurat atau ada landasan hukumnya. itulah kesan yang muncul bila membaca buku Fiqh Tradisionalis ini. Hal itu tidak bisa dielakkan, karena buku buku ini sengaja (atau tidak) didesain untuk menjawab segala tudingan terhadap amaliah NU. Bahwa, amaliah NU yang ghairu ma’tsurat (tidak berlandas) yang ada padaku (Muhammad SAW dan para sahabat). Tudingan itu sama halnya mempersamakan orang-orang NU sebagai ahlul tahayul wal bid’ah wal khurafat penganut tahayul, bid’ah dan khurafat). Dan itu tentu sangat menyakitkan Kendati demikian, selama ini belum ada kiai NU yang mengklarifikasi tudingan di atas dengan pendekatan akademik ilmiah, melainkan hanya pendekatan retorika politik. Baru pada usia 78 tahun NU, ada kiai yang secara serius dan intensif melakukannya sebagai sumbangsih ideologis kepada generasi NU mendatang dalam mempertahankan ajaran dan gerakan Ahlussunnah Wal Jama’ah di Indonesia. Menarik lagi, bila membaca satu demi satu pelbagai persoalan keagamaan

Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme
Pustaka

Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme

MEMBEDAH SPIRIT PROTESTAN DALAM IDEOLOGI KAPITALISME Peresensi : Muhammadun AS* Dikalangan pemikir sosial-humaniora, Max Weber merupakan tokoh penting yang selalu menghadirkan pemikiran-pemikiran baru dan bernas yang kerap kali menimbulkan ketercengangan dan kontroversial. Sehingga tidak salah, kalau karya-karyanya banyak dijadikan rujukan utama ilmuan sosial diberbagai perguruan tinggi, termasuk di Indonesia. Karyanya yang termaktub dalam "Etika Protestan dan Spirit Kapitalsime" merupakan karya yang paling kontroversial, karena telah menyandingkan interpretasi teks agama terhadap gejala munculnya ideologi kapitalisme. Sebagaimana kita ketahui, kapitalisme telah menjadi ideologi terkukuh dan terhandal didunia, mengalahkan berbagai ideologi lain, khususnya sosialisme. Dalam sejarah perjalanannya, ternyata kapitalisme banyak melahirkan ketimpangan sosial, khususnya melahirkan masyarakat marginal yang selalu kalah dan ‘dikalahkan’ yang terakumulasi dalam kelompok negara ketiga. Bahkan sekarang ini telah lahir "warga dunia keempat’ akibat gagal seleksi dalam persaingan industri modern yang setiap saat selalu disalahkan karena tidak progresif dan inovatif. Begitu ganasnya ideologi kapitalisme dalam memperpanjang ketimpangan sosial, sehingga tidak salah

Surat Cinta Dari Tuhan
Pustaka

Surat Cinta Dari Tuhan

Menggapai Cinta, Meraih Makna Peresensi : Ahmad Hasan MS* Kebermaknaan hidup ini ditentukan oleh keserasian antara sikap batin, gerak tubuh dan olah lisan, cinta adalah spiriit yang membangun keharmanisan dan keselarasan dibalik semua bentuk dan makna itu, dengan cinta hidup ini lebih nyaman, indah dan penuh menggairahkan, orang yang sedang jatuh cinta pasti berusaha memenuhi permintaan sang kekasih pujaanya dan selalu ingin mendekat padanya dimanapun dan kapanpun Ia berada,oleh karna itu tidaklah heran bila pepatah mengatakan bahwa cinta adalah segala-galanya. Sumber dan pusat dari cinta segala cinta yang paling hakiki tidak lain adalah dari dan untuk sang