Risalah Redaksi

Sekali Penjajah Terus Menjajah

Persoalan Irian Barat belakangan ini terus diusik, baik oleh para senator Amerika Serikat (AS), para aktivis anti-Indonesia di kawasan pasifik, maupun peneliti bayaran Belanda, mereka secara aklamasi mengatakan bahwa hasil Peblisit tahun 1969 itu tidak sah. Berbagai cara dilakukan untuk mengusik ketenteraman Irian Jaya terus dilakukan, seolah Indonesia tidak punya hak atas daerah itu. Padahal secara militer Indonesia telah memenangkan pertempuran melawan penjajah Belanda di sana, secara politik telah memenangkan diplomasi di PBB, dan secara sosial-budaya telah mendapat simpati dan dukungan dari seluruh pemimpin Irian, baik pemimpin politik dan terutama kepala suku. Sempurna sekali. Langkah blunder yang diambil pemerinah Australia dalam melindungi para perusuh itu tidak lepas dari usaha rekolonisasi wilayah ujung Indonesia Timur itu. Selama masa perjuangan Irian Barat, Australia memang berdiri di pihak Belanda dan AS, sebagaimana AS, Australia akhirnya terpaksa harus mengakui kedaulatan Indonesia atas daerah tersebut, sebab, baik secara sosial-politik, yakni dukungan masyarakat Irian terhadap integrasi dengan Indonesia lebih kuat ketimbang opsi lain. Demikian juga secara militer, kekuatan persenjataan Indonesia saat itu, serta strategi perangnya tidak mungkin lagi ditandingi oleh pasukan Belanda, sehingga satu persatu benteng pertahanan Belanda jatuh ke tangan RI. Dan satu persatu tentara Belanda ditawan.

Senin, 3 April 2006 | 11:02 WIB