Dua Pohon Mangga
Aku tidak ingin menebang dua pohon mangga ini, biar orang-orang yang membutuhkannya bisa datang ke rumahku ketika kedua pohon itu berbuah.
Kumpulan artikel kategori Seni-budaya
Aku tidak ingin menebang dua pohon mangga ini, biar orang-orang yang membutuhkannya bisa datang ke rumahku ketika kedua pohon itu berbuah.
Masa depan ada dua, yang dekat dan yang jauh. Kalau sudah dipertemukan dengan masa depan yang dekat mana mungkin bertemu dengan masa depan yang jauh?
"Jan, pulang, Papamu sakit." Sebaris pesan di ponsel milik Januari membuatnya tertegun, antara melihat kenyataan dan berjuta memori yang tersimpan.
Ia menangis hingga air matanya menggenangi seluruh pengetahuan. Pada saat bersamaan di dunia sana hujan turun. #cerpen
Hati sempat teraduk-aduk melihat dua makam itu. Kedua tangan mengepal sesaat setelah melihat gundukan tanah bertuliskan nama paman.
Kabar wafatnya Asroh sampai ke kampungku. Aku tidak kaget. Ia memang layak mendapat tempat terbaik sebelum pengadilan yang seadil-adilnya itu tiba.
Masjid di pesantren kecil kami itu mendadak disesaki ratusan santri ketika matahari mulai terbenam.
Sepuluh kilo adalah pembelian cukup banyak keuntungan. Tetapi, di sisi lain mulai hari ini ia bertekad tidak lagi melakukan hal yang baru didengar.
Kini rumor tentang Mbah Kasim beredar kembali. Bedanya, sekarang tentang senyum yang rekah. Hanya Allah dan Mbah Kasim lah yang tahu.
Kakek mengatakan meihat bekas kepala desa dan kepala sekolah itu mengendarai motor dari tulang belulang dan kartu bayaran sekolah.
Bisik-bisik terdengar mengenai siapa ayah bayi Bongkah. Mereka hanya bisa menerka, Bongkah hanya diam membisu. Orang tuanya menangis tanpa suara.
Selain untuk memotivasi anak didiknya senang berbuat kebaikan, menurut guru tersebut, hari Kamis adalah hari diangkatnya amal manusia....