Cerita Pendek: Nyeser
Aku mesti menyeser sesuatu yang memenangkan pertarungan berenang itu. Mengentaskannya atau melarangnya kembali berenang. Toh dia tak lagi punya lawan.
Kumpulan artikel kategori Seni-budaya
Aku mesti menyeser sesuatu yang memenangkan pertarungan berenang itu. Mengentaskannya atau melarangnya kembali berenang. Toh dia tak lagi punya lawan.
Kere kuliah di kampus yang konon dikenal sebagai kampus ramah orang miskin. Tetapi itu hanya isapan jempol; uang kuliah justru setinggi langit.
"Kau tak bisa mengendalikan ucapan, perspektif, dan perilaku orang terhadapmu. Hanya dengan membentangkan hatimu kau bisa menerima semua itu."
Begitu orang-orang di dalam mushala menyenandungkan 'Yaa Nabii salaam alaika,' seluruh tetumbuhan itu turut menyenandungkan penuh kegembiraan.
Di sebuah kerajaan terletak di ujung dunia, batas akhir cakrawala bintang sore, hidup seorang cerdik bestari, Siwut.
Cerita pende Pengemis yang Kelima karya Malik Ibnu Zaman
Cerpen Ladang Jagung.
Cerpen Mutiara di Antara Batubara karya Abdul Mukhlis, lahir di Batang.
Ferdi berteriak sekencang-kencangnya, menangis di antara rintikan hujan. Tangisannya membuncah membelah langit-langit hitam. Ferdi tak hanya kehilangan instrumen yang menemani lantunan lagu-laguya.
Kata ibu, memang sudah kewajiban anak merawat dan menjaga orang tua. Ibu bisa membuktikannya dengan keberadaan kakek tapi juga tidak lalai dengan pekerjaan yang lain.
Ibu telah berwasiat untuk menguburkan jasadnya di belakang rumah. Dua puluh hari setelah ia berwasiat, ia mangkat dengan damai.
Anak kunci diputar, pintu pun terbuka. Empat orang bahu-membahu mengangkat lemari berwarna kuning. Lemari tersebut masih mengkilat, tak terlihat cacat garis-garis pada permukaannya.