Bahwasannya shalat sunnah merupakan penunjang bagi shalat fardhu. Sebagai penunjang, pahala shalat sunnah bisa saja berfungsi sebagai tambahan pahala shalat fardhu, jika ternyata kuaalitas shalat fardhu terlalu rendah. Oleh karena itu shalat sunnah juga disebut dengan istilah shalat nawafil yang berarti tambahan.
ย
Rendahnya kualitas shalat fardhu bisa saja terjadi karena sulitnya konsentrasi ketika melaksanakan shalat. Meskipun badan terkesan khusyuโ tetapi jiwa dan hati bisa saja di tengah mall, di pasar atau juga di ruang kantor. Bahkan shalat fardhu terkesan hanya menggugurkan kewajiban saja. Sehingga makna ubudiyah (penghambaan) kita kepada Allah swt ketika shalat sangat minim sekali.
ย
Di saat demikian, lantas apakah yang akan kita banggakan dari shalat fardhu kita? di sinilah posisi strategis shalat sunnah sebagai unsur penyempurna bagi shalat fardhu. Begitulah pentingnya posisi shalat sunnah dalam syariat Islam sehingga sangat dianjurkan sebagaimana predikatnya sebagai shalat mandub, marghub fih, mutahab, tathowwuโ, ihsan dan hasan.
ย
Ada empat kategori shalat sunnah. Pertama shalat sunnah muaqqat (shalat sunnah yang ditentukan waktunya) seperti shalat dhuha, witir, syuruq, zawal, shalat ied dan rawatib (sesudah dan sebelum shalat fardhu). Kedua shalat sunnah karena telah terjadi sesuatu (dzu sababin mutaqaddimin) misalnya shalat tahiyyatul masjid, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah hifdhil qurโan, istisqaโ dan lain sebagainya. Ketiga shalat sunnah karena menginginkan sesuatu (dzu sababin mutaakhhirin) seperti shalat istikharah, shalat taubah, sebelum ihram. Keempat, shalat sunnah mutlaq yaitu shalat yang tidak tergantung oleh sebab maupun waktu.
ย
Sebagai permulaan akan diterangkan terlebih dahulu Shalat sunnah muaqqat yaitu shalat sunnah yang ditentukan waktunya. Diantaranya adalah shalat sunnah rawatib yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. Termasuk di dalamnya shalat sunnah qabliyah dan baโdiyah. Dinamakan qabliyah karena shalat sunnah ini dilakukan sebelum shalat fardhu. Dan dikatakan baโdiyah arena shalat ini dilakukan setelah shalat fardhu. Baik qabliyah dan baโdiyah sebaiknya dilakukan sendiri-sendiri dan tidak dianjurkan berjamaah.
ย
Adapun shalat sunnah yang mengiringi shalatย zuhur. Ada qabliyah dan baโdiyah. Shalat sunnah qabliyah zuhur empat rakaat dilakukan sebelum shalat zuhur dengan cara dua kali salam, yaitu sekali shalat dua rakaat. Hal ini berdasar pada tindakan Rasulullah saw yang selalu melaksanakan dan jarang sekali meninggalkannya itupun sebagai petunjuk bagi umatnya bahwa empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang dianjurkan sekali).
ย
ู ููู ุญูุงููุธู ุนูููู ุฃูุฑูุจูุนู ุฑูููุนูุงุชู ููุจููู ุงูุธููููุฑู ููุฃูุฑูุจูุนู ุจูุนูุฏูููุง ุญูุฑููู ููู ุงูููููู ุนูููู ุงููููุงุฑู
ย
Sebuah hadits "Barangsiapa melaksanakan empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka." (H.R. Tirmidzi)
ย
Adapun bacaan niatnya adalah:
ย
ุงูุตูููููู ุณููููุฉู ุงูุธููููุฑู ุฑูููุนูุชููููู ููุจููููููุฉู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ุงูุฏูุงุกู ููููููู ุชูุนูุงููู
ย
Ushalli sunnatad dhuhri rokโataini qabliyatan mustaqbilal qiblati adaโan lillahi taโala
ย
Artinya: Aku niat shalat qabliyah zuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.
ย
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa baโdiyah zuhur juga empat rakaat, yang dilakukan selepas shalat zuhur dengan dua kali salam. Adapun bacaan niatnya sebagai berikut:
ย
ุงูุตูููููู ุณููููุฉู ุงูุธููููุฑู ุฑูููุนูุชููููู ุจูุนูุฏููููุฉู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ุงูุฏูุงุกู ููููููู ุชูุนูุงููู
ย
Ushalli sunnatad dhuhri rokโataini baโdiyyatan mustaqbilal qiblati adaโan lillahiย taโala
Artinya: Aku niat shalat qabliyah zuhur dua rakaโat menghadap kiblat karena All.
ย
Demikian pula ketika shalat Jumโat, empat rakaat sebelum dan sesudahnya tetap menjadi sunnah muakkadah, sebagaimana shalat dhuh
ย
Redaktur: Ulil Hadrawy
ย
==========
Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada Selasa, 22 Januari 2013 pukul 13:03. Redaksi mengunggahnya ulang dengan sedikit penyuntingan.
Terpopuler
1
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
2
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
5
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
6
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
Terkini
Lihat Semua