Rasulullah dan Cerita tentang Akhlaknya
Karena itu pula sebagian ulama tafsir menyimpulkan, bahwa pastilah Nabi Muhammad Saw. telah meneladani sifat-sifat terpuji para nabi sebelum beliau.
Kumpulan artikel kategori Sirah Nabawiyah
Karena itu pula sebagian ulama tafsir menyimpulkan, bahwa pastilah Nabi Muhammad Saw. telah meneladani sifat-sifat terpuji para nabi sebelum beliau.
Peran Abu al-Hasan al-Asy’ari dalam bidang ilmu aqidah adalah sebagai tokoh yang menguatkan argumentasi serta dalil-dalil yang telah diutarakan oleh para ulama di zaman sebelumnya. Ia adalah tokoh yang terang-terangan melawan segenap aqidah yang menyimpang dari pemahaman yang diajarkan para sahabat Nabi.
Tajuddin as-Subuki wafat pada tahun 771 H di usia 43 tahun. Meskipun wafat di usia muda, akan tetapi karyanya sangat mendunia. Tercatat empat karya Tajuddin as-Subuki dalam ilmu ushul fiqh, yaitu kitab al-Ibhaj syarh Minhaj, kitab Raf’ul Hajib ‘an Mukhtashar Ibnu Hajib, kitab Jam’ul Jawami’, dan kitab Man’ul Mawani’ menjadi karya yang banyak dipakai diberbagai belahan dunia.
Menurut Habib Luthfi, kebesaran Al-Qur’an pertama kali disaksikan pertama kali oleh Nabi Muhammad. Kemudian Al-Qur’an menjadi syahadah (saksi) kebesaran Baginda Nabi. Baginda Nabi menjadi saksi bagi kebesaran sahabat yang diangkat oleh Allah.
Di era reformasi, sosok idealisme seperti sahabat Abu Bakar pun akhirnya ‘membusuk’ karena tenggelam dalam kepentingan kelompok oligarki dan oknum-oknum penghamba kekuasaan.
Tentu saja penyebutan kembali politisasi agama sebagai kekonyolan dan kebodohan di masa lalu bukan dimaksudkan untuk membenarkan politisasi agama belakangan ini, tetapi peringatan agar kita tidak mengulangi catatan hitam sejarah umat Islam.
Karena itu pula sebagian ulama tafsir menyimpulkan, bahwa pastilah Nabi Muhammad SAW telah meneladani sifat-sifat terpuji para nabi sebelum beliau.
Ketika bangunan Ka'bah telah tinggi, Nabi Ismail membawa batu besar dari Jabal Qubais untuk ayahnya, Nabi Ibrahim, lalu Nabi Ibrahim membangunnya dengan berdiri di atasnya. Batu itulah yang kelak dikenal dengan Maqam Ibrahim.
Malam lailatul qadar diraih oleh manusia ketika dia telah siap dengan segala kebaikan dan kemuliaan hatinya. Jadi, hadirnya malam yang akan mengubah perjalanan hidup seorang tersebut menuntut peran aktif manusia dalam beramal, beribadah, melakukan kebaikan untuk semua manusia, dan menyucikan jiwanya.
Pertemuan Sayyidah Khadijah dengan Muhammad di awali dengan laporan Maisarah, seorang perempuan budak milik Khadijah. Maisarah menceritakan sosok Muhammad kepada Sayyidah Khadijah bahwa pemuda tersebut berwatak halus dan tinggi budi pekertinya.
Nabi Musa merasakan sakit di perutnya. Beliau mengadu kepada Allah yang kemudian menyuruhnya mengambil sejenis daun di padang pasir. Nabi Musa mengunyahnya dan sembuh dengan izin Allah.
Sayyidah Aisyah radliyallahu ‘anha menuturkan bahwa Rasulullahﷺ bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.’ Lalu, aku buka kain penutup wajah tersebut, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah maka pasti akan terjadi” (HR al-Bukhari dan Muslim).