Tips Parenting: Ajarkan Anak Bersyukur Lewat Kata ‘Terima Kasih’
Pelajari cara mudah ajarkan anak bersyukur dan santun melalui kata ‘terima kasih’, membentuk karakter positif sejak dini.
Artikel dengan tag "Parenting"
Pelajari cara mudah ajarkan anak bersyukur dan santun melalui kata ‘terima kasih’, membentuk karakter positif sejak dini.
Anak butuh dihargai dan diapresiasi orang tua, bukan hanya dinasehati. Sikap ini membantu tumbuhnya percaya diri dan karakter positif.
Dalam mendidik anak, penting untuk menerapkan strategi yang tepat dan menciptakan lingkungan yang nyaman.
Di zaman canggih seperti saat ini, para orang tua mesti mengawasi dan memantau pergaulan anak agar tidak terjerumus dalam jurang kemaksiatan.
Ketika anak bertanya, "Ayah, Allah itu ada di mana? Kalau manusia punya rumah, Allah juga punya tempat tinggal, kan?" Bagaimana cara menjawabnya?
Umat Islam perlu belajar dari Nabi Ibrahim untuk pendidikan keluarga seperti dalam dialog Ibrahim dan Ismail yang di dalamnya terkandung nilai parenting.
Sebagian kondisi rumah tangga layak diketahui publik seperti berbagi ilmu parenting secara umum tanpa menyebut spesifik. Namun sebagian kondisi pasangan suami dan istri tidak boleh dibocorkan ke publik karena bersifat privat atau pribadi sekali.
Rasulullah menegaskan jaminan surga bagi orang tua yang menafkahi, mengasuh, mendidik, hingga mengantarkan putrinya ke dalam perkawinan.
Perbedaan kedudukan orang yang jomblo (membujang) dan orang yang berkeluarga dapat dimaklumi. Pasalnya, keduanya memiliki beban dan tanggung jawab yang berbeda.
Nasihat yang disampaikan Sayyidina Luqman al-Hakim melalui dialognya bersifat komprehensif, mengedepankan skala prioritas, dan mencakup segala hal yang dibutuhkan anak dalam setiap fase pertumbuhannya
Sayidina Luqman bukan seorang nabi, sebagaimana sabda Nabi saw., “Luqman bukan seorang nabi, tetapi hamba yang banyak merenung, kuat keyakinannya, sangat cinta dan dicintai Allah, serta dikaruniai hikmah, hingga ia menjadi seorang yang bijaksana di tengah Bani Israil.”
Kepala keluarga tidak hanya bertindak sebagai tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah, tetapi juga bertanggung jawab mendidik anggota keluarganya untuk mengenal nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat