Jakarta, NU Online
Hilal menjelang awal Jumadal Ula 1448 H pada Ahad, 29 Rabiul Akhir 1448 H, berada di atas ufuk dan telah memenuhi kriteria imkanur rukyah.
Data hisab hasil perhitungan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) tersebut dilakukan untuk Ahad Legi, 29 Rabiul Akhir 1448 H, yang bertepatan dengan 11 Oktober 2026 M. Perhitungan menggunakan titik koordinat Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yakni 6° 11′ 25″ LS dan 106° 50′ 50″ BT.
Perhitungan ini menggunakan metode ilmu falak atau sistem hisab jama’i maupun tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Hilal akhir Rabiul Akhir 1448 H pada Ahad Legi, 11 Oktober 2026 M, memiliki ketinggian 6 derajat 23 menit 51 detik, dengan elongasi 10 derajat 29 menit 55 detik dan lama hilal berada di atas ufuk selama 26 menit 29 detik. Sementara itu, ijtimak atau konjungsi terjadi pada Sabtu Kliwon, 10 Oktober 2026, pukul 22.47.01 WIB.
Adapun letak Matahari saat terbenam berada 7 derajat 02 menit 29 detik di selatan titik barat, sedangkan hilal berada pada posisi 14 derajat 05 menit 08 detik di selatan titik barat. Sementara itu, kedudukan hilal berada 7 derajat 02 menit 39 detik di selatan Matahari, dengan keadaan hilal miring ke selatan.
Data tersebut menunjukkan bahwa hilal telah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanur rukyah. Hal ini karena ketinggian hilal telah melebihi 3 derajat dan elongasinya lebih dari 6,4 derajat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal untuk awal Jumadal Ula 1448 H melalui publikasi Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 11 Oktober 2026 M (Penentu Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H).
Dalam informasi tersebut dijelaskan bahwa konjungsi terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 15.49.55 UT atau 22.49.55 WIB, 23.49.55 WITA, dan Ahad, 11 Oktober 2026, pukul 00.49.55 WIT. Konjungsi terjadi ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama, yakni 197,36 derajat.
Di wilayah Indonesia, pada 11 Oktober 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.28.35 WIT di Waris, Papua. Sementara itu, waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.26.04 WIB di Banda Aceh, Aceh.
Ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 Oktober 2026 berkisar antara 4,28 derajat di Melonguane, Sulawesi Utara, dan 6,31 derajat di Parigi, Jawa Barat.
Adapun elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada tanggal yang sama berkisar antara 9,33 derajat di Waris, Papua, dan 10,68 derajat di Banda Aceh, Aceh.
Baca Juga
Mendamaikan Hisab dan Rukyat Hilal
Data BMKG juga menunjukkan bahwa umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 Oktober 2026 berkisar antara 16,64 jam di Waris, Papua, dan 19,6 jam di Banda Aceh, Aceh.
Sementara itu, lama hilal berada di atas ufuk di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 Oktober 2026 berkisar antara 21,05 menit di Melonguane, Sulawesi Utara, dan 30,17 menit di Parigi, Jawa Barat.