Kemenhaj Doakan Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda dan Tiga ASN Papua yang Ditembak
Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB
Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Gus Irfan Yusuf dan Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: NU Online/Suci)
Jakarta, NU Online
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendoakan lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Doa tersebut disampaikan Dahnil dalam kegiatan Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah serta Launching Hotline Bongkar Mafia Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Senin (14/9/2026).
“Mari kita berdoa untuk lima wartawan yang hilang kontak di Selat Sunda,” ajak Dahnil.
Dahnil berharap para wartawan dan tiga kru kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Kita berdoa mudah-mudahan bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat sehat. Kita menitipkan doa agar bisa segera ditemukan dan segera bisa ketemu keluarga,” harapnya.
Doakan Tiga ASN Papua
Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj Dahnil juga mendoakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).
“Kita juga berdoa tadi ada saudara-saudara tiga ASN di Papua yang wafat dibunuh oleh KKB. Kita doakan segala yang terbaik untuk keamanan dan kebaikan Papua,” jelasnya.
Lima Wartawan Hilang Kontak
Lima wartawan yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Muhammad Bagus Khoirunnas, fotografer Antara Biro Banten; Arie Basuki, fotografer Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, fotografer iNews.id; Firdaus Wajidi, videografer Anadolu Agency; dan Donal Husni, wartawan visual lepas.
Selain lima wartawan tersebut, terdapat tiga orang lainnya di atas kapal, yakni seorang pemandu wisata lokal, nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).
Hingga hari keenam pencarian, Ahad (13/9/2026), tim SAR telah menemukan sejumlah barang di beberapa lokasi perairan. Namun, belum ada kepastian bahwa temuan tersebut berkaitan dengan rombongan wartawan yang hilang kontak.
Rombongan berangkat dari dermaga di wilayah Desa Sukajadi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan kapal cepat. Pelayaran tersebut direncanakan berlangsung singkat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan estimasi kembali ke daratan pada pukul 20.00 WIB.
Namun, situasi darurat berkembang dengan cepat. Pada pukul 14.42 WIB, salah seorang wartawan di atas kapal sempat membagikan koordinat lokasi terkini di sekitar perairan Sangiang kepada seorang rekan wartawan di Lampung bernama Abay.
Komunikasi kemudian terputus total pada pukul 15.04 WIB. Selisih waktu 22 menit antara pengiriman lokasi dan hilangnya sinyal menjadi salah satu petunjuk dalam pencarian.
Setelah kontak dengan wartawan terputus, pemandu perjalanan sempat menghubungi istrinya pada pukul 16.00 WIB untuk mengabarkan bahwa kondisi mereka aman. Setelah itu, ponselnya tidak lagi dapat dihubungi.
Pencarian Dibagi Enam Sektor
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan bahwa wilayah operasi pencarian dibagi menjadi lima sektor laut dan satu sektor udara.
“Total armada yang dikerahkan mencapai 15 hingga 16 kapal patroli, satu helikopter Basarnas (HR 3604), serta dua unit drone thermal,” jelasnya.
Sektor X yang berada di sebelah selatan Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu fokus utama pencarian. Sebanyak delapan kapal dikerahkan untuk mencari keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 yang ditumpangi rombongan tersebut.