KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Ahad, 4 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Jombang, NU Online
KH Abdul Hakim Mahfudz terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Barhul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Selain meraih suara terbanyak dari muktamirin, namanya juga disepakati sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi untuk memimpin PBNU masa khidmah 2026-2031.
Sebelum menjadi orang nomor satu di PBNU, kiai yang akrab disapa Gus Kikin itu didapuk menjadi penerus kepemimpinan KH Shalahuddin Wahid sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada 2020. Sejak 2016, ia telah disepakati sebagai wakil Gus Sholah dalam mengelola pesantren yang didirikan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari itu.
Kepemimpinannya di pesantren tersebut membawanya dipilih sebagai salah satu satu ketua PBNU masa kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf. Di dalam perjalanannya, ia ditunjuk menjadi pelaksana tugas ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Januari 2024.
Kemudian, Gus Kikin terpilih secara aklamasi pada Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dan menjadi ketua definitif masa khidmah 2024-2029.
Silsilah
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1959 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis ibunya, ia merupakan cucu dari KH Maksum Ali dan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari. Sementara dari garis ayah, ia merupakan cucu dari KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang.
Pendidikan
Tumbuh di lingkungan pesantren, Gus Kikin menjalani pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang.
Ia juga menempuh pendidikan formal dasar dan menengahnya di daerah Jombang. Sekolah dasarnya ditamatkan di SDN Parimono. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.
Selepas menuntaskan pendidikan dasar dan menengahnya, Gus Kikin hijrah ke Jakarta untuk menjalankan studinya pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Setelah beberapa waktu, ia juga menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang komunikasi di Universitas Terbuka pada 2013.
Aktif di pelayaran hingga pengusaha
Setelah menamatkan studinya di STIP Jakarta, Gus Kikin menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun. Kemudian, ia bergabung dengan PT Djakarta Lloyd dan dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon pada 1988 di usia 30 tahun.
Pada 1998, Gus Kikin mendirikan berbagai perusahaan di Surabaya dan melebarkan ekspansinya ke Jakarta pada tahun 2000. Catatan menunjukkan ia mengendalikan hingga 22 perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas (pinang dan minyak atsiri), hingga media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).
Di sektor energi, Gus Kikin mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi. Rekam jejak bisnisnya ini menempatkannya aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).