Lantik Pengurus JATMAN DKI Jakarta, KH Ali Masykur Musa Ajak Masyarakat Menempuh Jalan Tarekat
Jumat, 31 Juli 2026 | 06:30 WIB
Pelantikan pengurus Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta di Zawiyya Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad lalu. (Foto: dok JATMAN)
Jakarta, NU Online
Mudir 'Ali Idarah 'Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), KH Ali Masykur Musa, menegaskan pentingnya ajaran tarekat sebagai jalan pembinaan spiritual bagi masyarakat, khususnya yang hidup di tengah dinamika perkotaan.
Pesan tersebut disampaikan saat melantik pengurus Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta di Zawiyya Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad lalu.
Dalam pelantikan tersebut, Syekh Danial Nafis dikukuhkan sebagai Rais Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta, sedangkan Syekh Kiai Ustaz Irawan dilantik sebagai Mudir. Acara itu juga dihadiri tamu dari Madinah, Asy-Syaikh Syarif Zakariya Al-Thalib Al-Hasani, yang disebut sebagai dzurriyah Rasulullah SAW, serta jajaran Pengurus Pusat JATMAN, di antaranya Katib 'Ali Kiai Zainal Arifin Ma'shum dan Sekretaris Umum KH Ali M. Abdillah.
Dalam sambutannya, Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa bertarekat merupakan bagian penting dari upaya menyempurnakan pengamalan ajaran Islam. Menurutnya, seorang Muslim tidak cukup hanya menjalankan syariat, tetapi juga perlu mengamalkan dimensi akidah, syariat, dan tasawuf secara utuh.
"Tarekat ini adalah satu-satunya jalan, satu-satunya predikat kita sebagai seorang Islam yang kaffah. Kalau kita ingin menjadi manusia yang sempurna, maka akidahnya, syariatnya, dan tasawufnya dijalankan. Tidak berhenti di syariat. Ya Islamnya, ya imannya, ya ihsannya," tegasnya.
Ia kemudian mengutip pandangan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali mengenai kimya'us sa'adah atau kebahagiaan sejati. Menurutnya, masyarakat perkotaan sering menghadapi tekanan hidup, kegelisahan, dan stres, tetapi kerap mencari pelarian pada hal-hal yang bersifat sementara.
"Sejatinya kebahagiaan tidak ada di tempat dugem yang ada di Jakarta begitu banyaknya, tidak di tempat-tempat kafe yang di situ hanya menikmati seteguk kopi. Tetapi sejatinya kebahagiaan (kimya'us sa'adah) hanya ada satu, yaitu saat kita bertarekat," ungkapnya.
Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa tujuan utama tarekat adalah tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan tasfiyatul qalb (penyucian hati). Melalui proses tersebut, seorang hamba diharapkan mencapai maqam musyahadah, yakni kesadaran spiritual untuk senantiasa merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap keadaan.
Pada akhir sambutannya, tokoh yang akrab disapa Cak Ali itu mengajak pengurus JATMAN DKI Jakarta yang baru dilantik untuk terus menyebarluaskan ajaran tarekat mu'tabarah kepada masyarakat.
"Saya mohon seluruh pengurus dan jemaah tarekat yang bergabung di JATMAN terus mensyiarkan, mengajak, dan mengamalkan ubudiyah serta kaifiyah tarekat mu'tabarah ini kepada masyarakat luas. Semoga Allah meridai, membimbing, dan kita semua kelak masuk surga tanpa hisab bersama Rasulullah SAW," pungkasnya.