Nasional

Petugas Haji Diminta Siap Hadapi Kemungkinan Situasi Terburuk Geopolitik

Kamis, 23 April 2026 | 09:00 WIB

Petugas Haji Diminta Siap Hadapi Kemungkinan Situasi Terburuk Geopolitik

Menhaj Irfan Yusuf saat melepas PPIH Daker Makkah di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: NU Online/Suci)

Jakarta, NU Online

 

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf (Gus Irfan) melepas sebanyak 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (23/4/2026). 

 

Dalam arahannya, Gus Irfan berpesan agar petugas haji harus siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk selama bertugas di Tanah Suci.

 

"Anda semua harus siap dengan situasi di sana. Siap semua? Siap dengan cuaca yang panas? Siap dengan situasi politik yang tidak jelas?" 

 

Menurutnya, kondisi di Arab Saudi, khususnya di Makkah, tidak selalu dapat diprediksi mengingat dinamika geopolitik di Timur Tengah.

 

"Kita tahu situasi geopolitik di sana tidak jelas sehingga berbagai kemungkinan-kemungkinan pun bisa terjadi. Jika terjadi kemungkinan terjelek pun Anda semua harus siap," ujar Irfan dalam arahannya.

 

Tak hanya soal geopolitik, Gus Irfan meminta PPIH bertugas di Makkah menjaga kesehatan mengingat cuaca yang tak menentu.

 

Petugas haji bukan pekerjaan yang ringan. Ia menyebut bahwa petugas haji bukan merupakan pekerjaan yang nyaman, tapi pekerjaan fisik dan pekerjaan mental yang luar biasa.

 

"Beratnya tugas di Makkah menuntut ketahanan fisik, kestabilan emosi, dan kekuatan menta karena itu jaga kesehatan, jaga kekompakan dan jaga ritme kerja," jelasnya.

 

PPIH diharapkan tak bekerja sendiri selama di Mekkah saat melayani jemaah haji 2026. "Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bekerjalah secara tim, bangun koordinasi yang rapat. Saling menopang dan saling menguatkan," pintanya.