Bahtsul Masail

Fasal Zakat Profesi

NU Online  ยท  Senin, 5 Mei 2014 | 20:02 WIB

Assalamu'alaikum. Ustadz saya mau bertanya. Saya bekerja tiap bulan gajian. Apakah ada zakatnya? Ketentuaannya bagaimana? Kalau ada zakatnya dikasihkan kemana? (Ahmad Fathoni, Jakarta)

Wa'alaikum salam wr. wb. Penanya yang terhormat, semoga kita semua selalu mendapatkan rahmat Allah swt dan selalu mendapatkan hidayah-Nya.<> Bahwa persoalan zakat gaji memang tidak diketemukan penjelasannya dalam ketentuan fiqih klasik. Ketiadaan keterangan dalam ketentuan fiqh klasik bukan berarti bahwa gaji tidak wajib dizakati. Para ulama seperti Syekh Muhammad al-Ghazali, Dr. Yusuf al-Qaradlawi telah melakukan upaya untuk memecahkan persoalan ini dengan mencari cantolan atau rujukan dalam fiqh klasik. ย 
ย 
Misalnya, ijtihad yang dilakukan Syaikh Muhammad al-Ghazali bahwa orang yang bekerja dengan penghasilan yang melebihi petani wajib mengeluarkan zakat penghasilannya. Ini berarti, zakatnya gaji diqiyaskan dengan zakatnya pertanian.

ุฅู† ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎู’ู„ูู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ูู„ู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฏูŽุฎู’ู„ู ุงู„ู’ููŽู„ู‘ูŽุงุญู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุชูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูŠูŽุฌูุจู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉู‹ุ› ููŽุงู„ุทู‘ูŽุจููŠู’ุจูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุงู…ููŠุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‡ูŽู†ู’ุฏูุณูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู†ูุนูุŒ ูˆูŽุทูŽูˆูŽุงุฆููู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุชูŽุฑููููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููˆูŽุธู‘ูŽูููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุดู’ุจูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ุชูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽู„ูŽุงุจูุฏู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ุฏูŽุฎู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุงู„ูƒูŽุจููŠู’ุฑู --ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุบุฒุงู„ูŠุŒ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุฃูˆุถุงุนู†ุง ุงู„ุฅู‚ุชุตุงุฏูŠุฉุŒ ู…ุตุฑ-ุฏุงุฑ ุงู„ู†ู‡ุถุฉุŒ ุงู„ุทุจุนุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ุŒ ุฌุŒ 1ุŒ ุต. 118

โ€œSesungguhnya orang yang pemasukkannya tidak kurang dari petani yang diwajibkan zakat, maka ia wajib mengeluarkan zakat. Karenanya, dokter, pengacara, insinyur, pengrajin, para pekerja professional, karyawan, dan sejenisnya, wajib zakat atas mereka. Dan zakatnya harus dikeluarkan dari pendapatan mereka yang besarโ€. (Muhammad al-Ghazali, al-Islam wa Audlaโ€™una al-Iqtishadiyyah, )

Pandangan ini setidaknya didasari atas dua alasan. Pertama adalah keumumam firman Allah swt:

ย  ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุฃูŽู†ููู‚ููˆุงู’ ู…ูู† ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจู’ุชูู…ู’ -- ุงู„ุจู‚ุฑุฉ:267

โ€œHai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baikโ€ (Q.S. Al-Baqarah [2]: 267)

Kedua, secara rasional, Islam telah mewajibkan zakat atas petani. Jika petani saja yang penghasilannya lebih rendah dari mereka diwajibkan zakat, apalagi mereka yang penghasilannya lebih tinggi dari petani.

Sedangkan Dr. Yusuf al-Qardlawi sampai pada kesimpulan bahwa gaji atau pendapatan yang diterima dari setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu yang halal wajib dizakati. Hal ini disamakan dengan zakat al-mal al-mustafad (harta yang diperoleh seorang muslim melalui satu jenis proses kepemilikan yang baru dan halal).

ย ููŽุงู„ุชู‘ูŽูƒู’ูŠููŠู’ูู ุงู„ููู‚ู’ู‡ููŠู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽุญููŠู’ุญู ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุณู’ุจู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุงู„ูŒ ู…ูุณู’ุชูŽููŽุงุฏูŒ --ูŠูˆุณู ุงู„ู‚ุฑุถุงูˆูŠุŒ ูู‚ู‡ ุงู„ุฒูƒุงุฉุŒ ุจูŠุฑูˆุช-ู…ุคุณุณุฉ ุงู„ุฑุณุงู„ุฉุŒ ุทุŒ 3ุŒ 1393ู‡ู€/1983 ู…ุŒ ุฌุŒ 1ุŒ ุต. 490

โ€œZakat diambil dari gaji atau sejenisnya. Sedang cantolan fiqhnya yang sahih terhadap penghasilan ini adalah mal mustafad (harta perolehan)โ€ (Yusuf al-Qaradlawi, Fiqh az-Zakat, Bairut-Mu`assah ar-Risalah, cet ke-3, 1393 H/1983 M, juz, 1, h. 490)

Sedangkan mengenai nishab gaji adalah sama dengan nishabnya uang. Demikian ini karena banyak orang yang memperoleh gaji dan pendapatan dalam bentuk uang, karenanya yang paling baik adalah menentapkan nishab gaji berdasarkan nishab uang yang setara dengan nilai 85 gram emas. Dan zakat tersebut diambil dari gaji atau pendapat bersih. Dalam soal zakat gaji tidak disyaratkan adanya haul, tetapi zakatnya harus ditunaikan ketika gaji itu diterima sebesar 2,5 %.

ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู†ูุตูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูู‚ููˆุฏู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุนู’ุชูŽุจูŽุฑู ู‡ูู†ูŽุง, ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุฏู‘ูŽุฏู’ู†ูŽุงู‡ู ุจูู…ูŽุง ู‚ููŠู’ู…ูŽุชูู‡ู 85 ุฌูุฑูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู...ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏู ุงุฎู’ุชูŽุฑู’ู†ูŽุง ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุจูุฒูŽูƒูŽุงุฉู ุงู„ุฑู‘ูŽูˆูŽุงุชูุจู ูˆูŽุงู„ุฃูุฌููˆุฑู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ูŽุง ููŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูุฑูŽุฌู‘ูุญูู‡ู ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ุชูุฃู’ุฎูŽุฐูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูู†ูŽ "ุงู„ุตู‘ูŽุงูููŠ" ... ููŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฅูุฎู’ุชูŽุงุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽููŽุงุฏูŽ ูƒูŽุฑูŽุงุชูุจู ุงู„ู’ู…ููˆูŽุธู‘ูŽููŽ ูˆูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‡ูŽู†ู’ุฏูุณู ูˆูŽุฏูŽุฎู’ู„ู ุงู„ุทู‘ูŽุจููŠุจู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุงู…ููŠ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฐูŽูˆููŠ ุงู„ู’ู…ูู‡ูŽู†ู ุงู„ู’ุญูุฑู‘ูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุฅููŠุฑูŽุงุฏู ุฑูŽุฃู’ุณู ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุบูŽู„ู ููู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุชู‘ูุฌูŽุงุฑูŽุฉู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูŽุงุฑูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูููู†ู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุฆูุฑูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุทูŽุงุจูุนู ูˆูŽุงู„ู’ููŽู†ูŽุงุฏูู‚ู ูˆูŽุฏููˆูŽุฑู ุงู„ู’ู„ูŽู‡ู’ูˆู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูุดู’ุชูŽุฑูŽุทู ู„ููˆูุฌููˆุจู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูููŠู’ู‡ู ู…ูุฑููˆุฑู ุญูŽูˆู’ู„ู ุจูŽู„ู’ ูŠูุฒูŽูƒู‘ููŠู‡ู ุญููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถูู‡ู ((ูŠูˆุณู ุงู„ู‚ุฑุถุงูˆูŠุŒ ูู‚ู‡ ุงู„ุฒูƒุงุฉุŒ ุจูŠุฑูˆุช-ู…ุคุณุณุฉ ุงู„ุฑุณุงู„ุฉุŒ ุทุŒ 3ุŒ 1393ู‡ู€/1983 ู…ุŒ ุฌุŒ 1ุŒ ุต. 513ุŒ 517ุŒ 505)

โ€œYang paling utama dari semua itu adalah bahwa nishab uang merupakan yang muโ€™tabar (yang dijadikan patokan) dalam konteks ini (nishab gaji atau pendapatan). Dan kami telah menentukan nilainya setara dengan nilai 85 gram emasโ€ฆ..Dan ketika kami telah memilih pendapat (yang mewajibkan) zakar gaji, upah dan sejenisnya, maka pendapat yang kami kuatkan adalah bahwa zakatnya tidak diambil kecuali dari pendapatan bersihโ€ฆ. Maka pendapat yang saya pilih bahwa harta perolehan seperti gaji pegawai, gaji karyawan, insyinyur, dokter, pengacara dan yang lainnya yang mengerjakan profesi tertentu dan juga seperti pendapatan yang diperoleh modal yang investasikan di luar sektor perdangan seperti kendaraan, kapal laut, kapal terbang, percetakan, perhotelan, tempat hiburan dan yang lain, itu tidak disyaratkan bagi kewajiabn zakatnya adanya haul, tetapi zakat dikeluarkan ketika ia menerimanya (gaji)โ€ (Yusuf al-Qaradlawi, Fiqh az-Zakat, Bairut-Muโ€™assah ar-Risalah, cet ke-3, 1393 H/1983 M, juz, 1, h. 513, 517, 505)

Kenyataan yang ada para pemerintah dan perusahaan mengatur gaji pegawainya beradasarkan ukuran tahun, meskipun dibayarkan perbulan karena kebutuhan pegawai yang mendesak. Berdasarkan hal itu zakat penghasilan bersih seorang pegawai dan golongan profesi dapat diambil dalam setahun penuh, jika pendapatan bersih mencapai satu nishab.

Dari penjelasan di atas setidak dapat ditarik gambaran sebagai berikut. Jika pendapatan bersih seorang pekerja selama setahun seperti dokter atau karyawan sebuah perusahaan atau pegawai pemerintahan mencapai nishab yang telah ditentukan maka ia wajib mengeluarkan zakatnya. Sedang zakatnya dikeluarkan ketika menerima pendapatan tersebut. Contohnya jika seseorang selama setahun memperoleh pendapatan bersih sekitar 48 juta, dengan asumsi ia menerima pendapatan bersih setiap bulan 4 juta. Maka ia harus mengeluarkan zakat setiap bulannya 2,5 % dari 4 juta tersebut, yaitu sebesar 100 ribu. Jadi selama setahun ia mengeluarkan zakat sebesar 1,2 juta.

Selanjutnya mengenai zakat gaji tersebut bisa langsung diberikan kepada golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana firman Allah swt:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู ู„ูู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคูŽู„ู‘ูŽููŽุฉู ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุฑู‘ูู‚ูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุงุฑูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒ--ุงู„ุชูˆุจุฉ: 60

โ€œSesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksanaโ€ (Q.S. At-Taubah [9]: 60) ย 

Atau bisa melalui lembaga zakat yang terpecaya seperti LAZISNU (Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama). Dan semoga dengan berzakat, harta anda menjadi bersih dan barakah. Amin. (Mahbub Maโ€™afi Ramdlan)

ย