Bahtsul Masail

Hukum Membaca Iftitah dan Tahiyat Akhir

NU Online  ยท  Kamis, 29 Mei 2014 | 20:01 WIB

Hukum Membaca Iftitah dan Tahiyat Akhir

Hukum Membaca Iftitah dan Tahiyat Akhir

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya, doa iftitah dan doa tahiyat awal akhir menurut jumhur ulama mazhab Syafiโ€™i bagaimana? Terima kasih. Soalnya gerakan Salafi-Wahabi) sedang mengembangkan pengaruhnya di tempat saya dan mempersoalkan hal ini. (Ihwan Rosadi, Solo)

 

Jawaban:

Waโ€™alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh

Saudara Ihwan Rosadi yang kami hormati.

Dalam pandangan mazhab Syafiโ€™i, kesunnahan-kesunnahan shalat dibedakan menjadi dua: sunnah abโ€™adh dan haiat.

Kesunnahan-kesunnahan shalat yang sifatnya abโ€™adh merekomendasikan (masih disunnahkan) sujud sahwi apabila ditinggalkan baik sengaja maupun lupa seperti membaca qunut ketika selesai iโ€™tidal pada waktu rekaat kedua dalam shalat Subuh danย  rekaat terakhir shalat witir pada tanggal 16 Ramadhan ke atas, atau meninggalkan tahiyat awal. Kedua hal itu (qunut dan tahiyat awal) merupakan sunnah abโ€™adh dalam shalat.

 

Sementara sunnah-sunnah haiat tidaklah demikian, artinya apabila kesunnahan-kesunnahan ini tidak dilakukan (ditinggalkan), tidak dianjurkan (disunnahkan)ย  untuk sujud sahwi. Keteranganย  ini dapat dijumpai dalam kitab-kitab fiqih madzhab syafiโ€™i seperti Fath Al-Qarib, Fath al-Muโ€™inย  dan lain-lain.
ย 

Saudara penanya yang dirahmati Allah.

Redaksi doโ€™a iftitah cukup banyak diantaranya adalah yang sering diamalkan oleh warga Nahdhiyyin dengan mengacuย  kitab al-Adzkar lin-Nawawi:ย 
ย 

ย  ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูƒุจุฑู ูƒูŽุจููŠุฑุงู‹ุŒ ูˆุงู„ุญู…ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ ูƒูŽุซููŠุฑุงู‹ุŒ ูˆุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃุตููŠู„ุงู‹ุ› ูˆูŽุฌู‘ูŽู‡ู’ุชู ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠูŽ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠ ููŽุทูŽุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุญูŽู†ููŠูุงู‹ ู…ูุณู’ู„ูู…ุงู‹ุŒ ูˆู…ุง ุฃู†ุง ู…ู† ุงู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽุŒ ุฅู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ ูˆูŽู…ูŽุญู’ูŠุงูŠูŽ ูˆูŽู…ูŽู…ูŽุงุชููŠ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ ุงู„ุนุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃู…ุฑุชู ูˆุฃู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŠู†ูŽ


Selain redaksi di atas, sebenarnya masih ada beberapa redaksiย  doโ€™a iftitahย  lain yang tidak perlu dipermasalahkan karena mengacu kepada riwayat-riwayat yang jelas sumber dan rujukannya. Sementara untuk redaksi tahiyat awal adalah sebagai berikut:
ย 

ุงู„ุชู‘ูŽุญููŠู‘ูŽุงุชู ุงู„ู…ูุจุงุฑูŽูƒุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆุงุชู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจุงุชู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ุจูŠ ูˆุฑุญู…ุฉ ู ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ุŒ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠู†ุง ูˆุนู„ู‰ ุนูุจุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู’ ู„ุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏูŒ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡


Itulah redaksiย  tasyahudย  baik awal maupun akhirย  yang dipilih oleh Imam Syafiโ€™i berdasarkan riwayat dari Imam Muslin yang bersumber dari Ibnu Abbas.
ย 

Dengan jawaban ini dapat dimengerti bahwa amalan-amalan yang telah dilakukan oleh warga Nahdhiyyin mengacu pada sumber-sumber rujukan yang valid keabsahannya.
ย 

Wallahu aโ€™lam. (Maftukhan Sholikhin)