Assalamu'alaikum wr. wb.
Ustadz saya mau bartanya. Apabila saya sedang shalat wajib sendiri atau makmum masbuk lalu ada yang menepuk pundak saya yang berarti saya menjadi imam apakah bacaan yang sedang saya baca dilanjutkan saja atau harus diulang dari al-Fatihah? Terima kasih. Wassalamu'alaikum wr. wb. (Deri Kurnia, Sukabumi)
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Saudara penanya yang mudah-mudahan selalu diridhai Allah.Mengerjakan shalat fardhu dengan berjamaah keutamaannya melebihi shalat yang dikerjakan sendirian dua puluh tujuh derajat. Begitulah salah satu pesan Rasulullah saw kepada umatnya terkait dengan keutamaan shalat berjamaah. Hal ini menunjukkan bahwa melaksanakan shalat fardhu dengan berjamaah sangat bernilai dan berharga dalam kacamata syariat.
Dalam pelaksanaan shalat berjamaah, keserasian dan keselarasan baik ucapan maupun gerakan antara imam dan makmum harus terjaga. Oleh karena itu ada beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan oleh makmum diantaranya adalah posisinya yang harus berada di belakang imam dan ia tidak diperkenankan mendahului imam dalam berbagai gerakan serta pembacaan surat al-Fatihah ketika sang imam membacanya dengan suara keras (jahr).
Saudara Deri Kurnia di Sukabumi yang kami hormati. Menanggapi permasalahan saudara, tentang apakah seseorang ketika dimakmumi (dijadikan imam) oleh orang lain di tengah-tengah shalatnya, ia mengulangi bacaan al-Fatihah dari awal ataukah ia melanjutkan bacaannya, kami berpendapat bahwa ia tidak perlu mengulanginya lagi dari awal dan tetap melanjutkan bacaan yang dijalankan. Pendapat kami ini mengacu kitab Fath al-Mu'in karya Syekh Zainuddin al-Malibari. Dalam kitab tersebut beliau (penulis) memberi penjelasan sebagai berikut:
فإذا اقتدى في الاثناء لزمه موافقة الامام
Artinya: "Apabila seseorang niat bermakmum di tengah-tengah pelaksanaan shalat, ia harus menyesuaikan dengan imam."
Dari rujukan ini sangat jelas bahwa seharusnya sang makmum yang menyesuaikan shalatnya dengan shalat sang imam bukan sebaliknya.
Demikian jawaban kami, mudah-mudahan dengan jawaban ini, gairah untuk shalat berjamaah semakin meningkat dalam diri kita semua. Aamiin. Wassalamu'alaikum wr. wb.
(Maftukhan)
Terpopuler
1
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Kunjungi Tambakberas, Cek Persiapan Muktamar Ke-35 NU
2
Hukum Memotret Diam-diam Tanpa Izin dan Menyebarluaskannya di Media Sosial
3
Besok Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Safar 1448 H, Pahalanya Setara Puasa Setahun
4
PBNU Siapkan Peluncuran Sa'adatuna, Ekosistem Digital Penghubung Warga NU hingga Akar Rumput
5
Meski Diancam AS, Anwar Ibrahim Tetap Larang Warga Israel Masuk Malaysia
6
Hery Haryanto Azumi Siap Maju Calon Ketua Umum PBNU, Tawarkan Transformasi NU
Terkini
Lihat Semua