Eks Pabrik Gula di Brebes Kini Jadi Rest Area Ramah Pemudik
NU Online ยท Rabu, 18 Maret 2026 | 16:00 WIB
Masjid As Safar di Rest Area 360 B eks Pabrik Gula di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: dok. Ishaq Zubaedi Raqib)
Ishaq Zubaedi Raqib
Penulis
Brebes, NU Online
Mudik lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu para perantau saat bulan Ramadhan hampir usai. Mereka mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari, termasuk menentukan titik-titik singgah selama perjalanan menuju kampung halaman. Salah satunya adalah sebuah titik tak jauh dari Jakarta, yakni daerah Brebes, Jawa Tengah.
Sebagaimana rest area lain di jalur mudik Indonesia, Rest Area KM 260 B ini menjadi tujuan favorit pemudik, persis seperti titik singgah di Merak menuju Lampung, Palabuhan Gilimanuk Bali ke Banyuwangi, atau dari Surabaya ke Madura melewati jembatan nasional Suramadu.
"Rest area ini, bukan semata titik kumpul mereka yang akan mudik ke Jawa Tengah, Yogya, dan Jawa Timur serta Madura. Para pemudik pasti butuh istirahat setelah perjalanan panjang. Apalagi jika lepas dari kemacetan dan kepenatan," kata Dina Yunanda, direktur Rest Area 260 B, berkisah kepada para pemudik di area parkir, pada Rabu (18/3/2026).
Ia lalu bercerita betapa menyenangkan dapat berkhidmah kepada para pemudik. Dina ditugasi merevitalisasi kawasan bekas pabrik gula era VOC menjadi area wisata yang khas. Dinding sejumlah bangunan dibiarkan apa adanya dengan warna bata alami. Masjid yang eksotis, pusat kuliner dan jajanan lengkap, area parkir luas, hingga akses keluar melalui kampung sebelah menambah keunikan rest area ini.
Hal yang tak kalah menarik, selain ketersediaan pompa BBM yang memadai, di rest area ini terdapat hotel transit berkelas internasional. Dina bercerita bahwa Ibu Negara Ke-4 RI Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid beserta rombongan pernah menginap di hotel tersebut.
"Beliau mengundang tidak kurang dari seribu mustahiq, fakir miskin dan yatim piatu berbuka puasa (bukber) di sini. Auditorium kami penuh sesak oleh kehadiran para penikmat takjil," kata Dina bangga.
Tidak lama setelah kabar bukber tersebut tersebar, seorang habib dari Pasuruan bersama santrinya juga mengadakan acara di Rest Area 260 B.
Baca Juga
Doa Perjalanan Mudik
"Masjid kami jadi ramai, seperti bukan di masjid sebuah jalan tol," katanya.
Orang yang ia maksud adalah Habib Segaf Baharun, pengasuh sebuah pesantren besar di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, yang mampir sebelum sampai ke tujuan dakwahnya di Bogor. Sejumlah santri yang berasal dari Tegal dan Brebes memanfaatkan kesempatan itu.
"Santri itu meminta Pak Habib menikahkan dirinya dengan seorang santriwati di masjid kami. Akad dimulai jam 11 malam dan berakhir jam 2 dini hari, seru dan syahdu," kisah Dina.
Sejak itu, kata Dina,ย banyak agenda dunia usaha maupun pemerintah memanfaatkan fasilitas Rest Area 260 B untuk kegiatan sosial.
"Kalau ada rencana dan kegiatan yang melibatkan banyak orang, insyaallah kami gratiskan hall-nya. Kami senang jika fasilitas yang ada bisa memberi manfaat untuk sebanyak mungkin masyarakat," kata Dina kepada sejumlah pemudik yang baru selesai shalat menuju gerai makanan yang sangat lengkap.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua