Hikmah

Kearifan Imam Hasan Al-Bashri dalam Berbisnis

NU Online  ยท  Ahad, 27 November 2022 | 22:45 WIB

Kearifan Imam Hasan Al-Bashri dalam Berbisnis

Lukisan terkait ulama klasik yang sedang berdialog. (Ilustrasi: IlmFeed.com).

Imam Al-Hasan Al-Bashri dikenal sebagai orang yang baik dan saleh di lingkungan masyarakat. Ulama yang dikagumi pada generasi tabiโ€™in ini tidak hanya dikenal dalam mengajarkan agama Islam tetapi juga menerjemahkannya dalam kehidupan muamalah sehari-hari.


Imam Al-Hasan Al-Bashri suatu hari menjual keledai. Ia membuka harga 400 dirham untuk seekor keledainya. Ketika ada calon pembeli terjadilah percakapan negosiasi antara keduanya.


โ€œMurah hatilah wahai Abu Saโ€˜id (Hasan),โ€ kata calon pembeli meminta diskon.


โ€œOk, kukurangi harga 100 dari 400 dirham untukmu,โ€ jawab Hasan Al-Bashari.


โ€œBerbuat baiklah wahai Abu Saโ€˜id (Hasan),โ€kata calon pembeli meminta potongan harga untuk kedua kalinya.


โ€œBaiklah, kuberikan potongan harga 100 dirham lagi untukmu,โ€ kata Hasan Al-Bashri.


Negosiasi keduanya selesai. Transaksi pun terjadi. Masing-masing kemudian menyerahkan haknya satu sama lain. Hasan Al-Bashri menyerahkan keledainya. Calon pembeli memberikan uangnya sebesar 200 dirham sesuai harga yang disepakati dalam negosiasi.


Setelah pembeli berlalu, orang-orang yang menyaksikan negosiasi dan traksaksi tersebut menanyakan kenapa Imam Hasan melepas keledainya dengan setengah dari harga yang dibuka pada awalnya.


โ€œWahai Abu Saโ€˜id (Hasan), kok keledai dijual setengah harga?โ€ tanya orang di pasar.


โ€œIni yang disebut ihsan. Tanpa murah hati dalam transaksi, tidak akan ada ihsan,โ€ jawab Imam Hasan. (Imam Al-Ghazali, Kitab Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz II, halaman 93).


***


Ihsan atau perbuatan baik yang dimaksud Imam Hasan Al-Bashri merujuk pada Surat Al-Qashash ayat 77, โ€œAhsin kama ahsanallahu ilaikโ€ artinya โ€œBerbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamuโ€ dan Surat Al-Aโ€™raf ayat 56, โ€œInnallaha yuhibbul muhsininโ€ artinya โ€œSungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.โ€


Ihsan sebagai kebaikan yang bermanfaat bagi mereka yang bertransaksi, kata Imam Al-Ghazali, memang tidak wajib, tetapi sifatnya kemurahan hati. Yang wajib dalam muamalah atau transaksi adalah sikap adil, yaitu tidak menzalimi pihak lain dalam transaksi. (Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: II/91). Wallahu aโ€™lam. (Alhafiz Kurniawan)