Humor Gus Dur: Presiden dan Wakil Presiden Ideal
Menertawakan diri sendiri adalah hal yang kerap yang dilakukan Gus Dur. Bahkan dalam forum-forum internasional yang melibatkan para pemimpin dunia.
Kumpulan artikel kategori Humor
Menertawakan diri sendiri adalah hal yang kerap yang dilakukan Gus Dur. Bahkan dalam forum-forum internasional yang melibatkan para pemimpin dunia.
Mendengar kabar tersebut, beberapa kawan dalam komunitas crazy rich menulis balasan status WA untuk menghibur Bruno. Sebelumnya, Bruno mengabarkan musibah yang menimpanya via status WA.
Sang paman berujar ke Badrun bahwa dia dan keluarganya hendak mampir nanti sore. Badrun bingung, satu sisi harus memberitahu ibunya, di sisi lain harus menjaga pintu sesuai perintah ibunya.
Sopir yang mengetahui gelagat tidak baik dari para pemuda kemudian berujar. “Tolong beri tempat duduk buat Nenek.”
Gus Dur ditanya wartawan, “apa sih yang membedakan bangsa kita dengan yang lain di dunia, Gus?”
Si anak menjabat sebagai bendahara kelas. Suatu hari ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan pribadi. Si anak lalu dipanggil ke ruang bu guru.
Saat Baginda Raja berak, Abu Nawas ikut berak juga di sebelah selatan Raja. Begitu Raja melihat ada kotoran lain selain kotorannya, Raja marah. Belakangan diketahui yang berak adalah Abu Nawas.
Kabar tersebut menyita perhatian dua pemuda desa bernama Arif dan Bijak. Awalnya, Arif mengungkapkan kebanggaannya bahwa Pak Jokowi dijadikan nama jalan.
Santri yang menjadi komandan upacara itu dengan lantang mengatakan, “Lapor, seluruh peserta upacara siap melaksanakan upacara!”
Di tengah ngobrol asik dengan Kiai Husein, pembawa acara nikahan tiba-tiba mempersilakan Gus Mus untuk memberikan ceramah atau mauidzah hasanah di atas panggung. Gus Mus sedikit terkejut.
Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Setelah Abu Nawas berada di hadapan Baginda ia ditanya.
Pro dan kontra terus berkelindan terhadap aturan bersifat sapu jagat itu. Pemerintah pusat berharap kepada birokrasi di bawahnya untuk memahamkan masyarakat agar tidak menimbulkan miskomunikasi.