Saat Abu Nawas Bersyukur Sekaligus Menyesal
Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Ar-Rasyid mengangkat orang lain menjadi Qadhi atau penghulu Kerajaan Baghdad.
Kumpulan artikel kategori Humor
Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Ar-Rasyid mengangkat orang lain menjadi Qadhi atau penghulu Kerajaan Baghdad.
Sindiran Gus Dur ini dilayangkan saat terjadi ketegangan antara Koalisi Kerakyatan dengan Koalisi kebangsaan. Gus Dur kala itu menyebut bahwa sikap DPR bukan semakin baik, tetapi malah semakin mundur.
Suatu saat, Rahman melihat Amin membawa bendera dengan kepala diikat kain hitam. Karena penasaran, Rahman pun bertanya pada Amin.
Dengan perasaan karut-marut, Abu Nawas hanya diam membisu. Dia khawatir emosinya meledak jika langsung menanggapi di penjaga itu.
Ramai-ramai soal polemik pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR yang konon katanya wakil rakyat juga mendapat perhatian Roni dan Yuli.
Oleh dokter, Bram diceritakan bahwa adiknya membutuhkan donor hati segera. Tapi, dokter dan Bram mencoba menerangkan kepada Elang atas apa yang sedang menimpanya.
Abu Nawas berkelakuan seperti itu agar dianggap tidak waras sehingga Baginda Raja tidak lagi memaksanya menjadi Qadhi (hakim).
Ia merasa aneh saat mendengar rombongan peziarah yang bertawassul atau berdoa dengan kalimat, “Ya Rabbana Ya Qudus, sahil lana bil fulus, kertas merah yang halus-halus, bi barokah Habib Idrus.”
Padahal, Gus Dur sudah terbiasa berinteraksi dengan siapa pun, termasuk dengan kiai-kiai di kampung. Namun tetap saja ada beberapa kelompok yang sinis.
Salah seorang tetangganya bernama Wati melihat tingkah laku Roni. Wati agak sedikit bertanya-tanya, kenapa Roni mengipas-ngipasi makam istrinya setiap hari. Mungkin saking cintanya, Wati berusaha berhusnuzon.
Gus Dur tidak memungkiri bahwa yang duduk di MUI adalah orang-orang pintar, tapi tidak memahami ilmu kehidupan.
Abu Nawas mengetahui rencana sang raja. Ia sama sekali tidak menginginkan jabatan tersebut karena tidak mau terlalu terikat dengan kerajaan. Jabatan tersebut akan mengurangi interaksinya dengan rakyat jelata setiap hari.