Humor Gus Dur: Minta Doa Kiai Kampung
Suatu malam, seorang politisi mengutus salah satu asistennya untuk sowan kepada seorang kiai pesantren di sebuah desa. Sang kiai agak terheran malam sudah larut ada seorang tamu yang menghampirinya.
Kumpulan artikel kategori Humor
Suatu malam, seorang politisi mengutus salah satu asistennya untuk sowan kepada seorang kiai pesantren di sebuah desa. Sang kiai agak terheran malam sudah larut ada seorang tamu yang menghampirinya.
Abu Nawas bersedia tetapi tidak berkata apapun kepada Baginda Raja. Ia hanya berpikir bagaimana bisa memindahkan istana ke gunung.
Rani hanya terdiam, sedikit cuek karena merasakan kondisi panas yang terik. Tiba-tiba Kakek Nana nyeletuk dengan suara berbisik di telinga Kakek Kasim.
Bayi yang diperebutkan dua ibu tersebut dibaringkan di sebuah meja. Masyarakat dan pihak kerajaan penasaran apa yang hendak dilakukan Abu Nawas.
Baginda Raja Harun Ar-Rasyid melontarkan pertanyaan terkait jumlah bintang di langit dan ikan di lautan kepada Abu Nawas.
Tak lama Abu Nawas hadir di istana setelah dipanggil oleh pengawal Raja. Di hadapan Abu Nawas, Raja mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena keingintahuan menyingkap rahasia alam.
Sosok Gus Dur menjadi pembicaraan luas. Karena tidak banyak dipahami oleh sebagian kalangan, Gus Dur dianggap sebuah misteri tersendiri.
Kira-kira beberapa tahun yang lalu, dengan diantar kiai muda pergi ke Ketapang, Malang Selatan, Kiai Su’adi bertanya, “Bagaimana keadaan masyarakat sekarang?”
Sepanjang memutari desa itu, Prakoso mencoba menghitung orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dalam hitungan Prakoso, ada sekitar 29 ODGJ di sepanjang jalan yang dilewatinya itu.
Dengan sigap, Tarmidi melakukan penangkapan. Tapi dia terkejut, si penjual narkoba juga melakukan gerakan yang sama, yaitu menangkap.
Suatu hari, warga desa bernama Rajumiyanto komplain terkait kartu ATM-nya yang tidak berfungsi. Ia lantas mengadukan ke bagian pelayanan pelanggan di bank.
Kala itu, setiba di istana dari blusukannya di kampung-kampung, Baginda Raja tetiba menginginkan mahkota dari surga. Ia pun menantang Abu Nawas untuk mengambilnya.