Humor Gus Dur: Memelihara 20 Ekor Kucing
Suatu hari, Gus Dur tidak bisa memasak karena ada keperluan mendadak. Seorang sahabat menggantikan posisi Gus Dur untuk membeli kepala ikan dan memasak di asrama.
Kumpulan artikel kategori Humor
Suatu hari, Gus Dur tidak bisa memasak karena ada keperluan mendadak. Seorang sahabat menggantikan posisi Gus Dur untuk membeli kepala ikan dan memasak di asrama.
Membincang konflik antar-agama seolah tidak akan pernah ada habisnya. Meskipun pada hakikatnya umat beragama itu mempunyai sifat damai, tetapi kerap kali kepentingan kelompok dan golongan menyebabkan konflik tidak pernah usai.
Kiai Hasyim Asy’ari mengutus KH Abdul Wahab Chasbullah untuk mengonsolidasikan ulama-ulama di Arab untuk bertemu. Namun, tantangan berat dihadapinya karena para ulama di Arab hampir tidak percaya Kiai Wahab adalah salah seorang murid Kiai Hasyim Asy’ari yang tersohor itu.
Baginda Raja bertitah kepada para pengawalnya untuk menggunakan kuda yang lambat seperti yang dipakai Abu Nawas agar pakaian tidak basah kuyup.
Musibah itu memunculkan kesedihan mendalam, terutama bagi para suami. Selama sepekan, mereka tidak berhenti menangisi kepergian istrinya masing-masing.
Suatu ketika, Gus Dur ditanya wartawan, “Apa sih yang membedakan bangsa kita dengan yang lain di dunia, Gus?”
Gus Dur sempat melontarkan gurauan kepada Maman, “Inget ya, kalau doa jangan dikorupsi. Masa doa rabbana taqabbal minna-nya tidak ada watub ‘alaina-nya.” Maman terbahak karena tersindir.
Sewaktu beliau sebagai Presiden RI sedang keliling Eropa, setiap Kedutaan RI selalu bikin acara makan untuk menyambut sang Presiden.
Seperti hari sebelumnya, para penonton tidak tidak sanggup memaksa gajah itu menggeleng-gelengkan kepala. Setelah tidak ada lagi yang mencobanya, Abu Nawas maju, ia mengulang pertanyaan yang sama.
Banyak yang gagal, giliran Abu Nawas maju untuk mencoba menaklukkan gajah ajaib itu. Setelah berhadapan dengan gajah, Abu Nawas bertanya, "Tahukah kau siapa aku?" Gajah itu menggeleng.
Pak Joko tak jarang diundang hanya untuk diminta memberikan joke-joke terbarunya guna memberikan keriangan di tengah anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
Irham pun menunjuk dirinya langsung untuk memimpin tahlil nanti malam. Penunjukan itu dilandaskan pada sosoknya yang kental dengan budaya-budaya NU, seperti tahlilan dan sebagainya. Ia pun tak jarang diundang tetangganya untuk memimpin tahlil.