Mengapa di Al-Qur’an Ada Bacaan ‘Alaihu-Llah’, Bukan ‘Alaihi-Llah’?
Pada dasarnya, dalam kaidah bahasa Arab yang baku, ha’ dhamir mudzakkar (kata ganti tunggal yang maskulin) apabila di dahului oleh kasrah atau ya’ sukun, maka harus dibaca kasrah, karena untuk menyesuaikan harakat sebelumnya, seperti lafadz (بِهِ) (عَلَيْهِ). Namun dalam riwayat Imam Hafs, kaidah ini tidak berlaku, yakni pada Surat al-Kahfi ayat 63 (عليهُ الله) dan Surat al-Fath ayat 10 (وما أنسابيهُ).