Hikmah Puasa Menurut Kiai Ali Maksum
Dalam kitabnya yang berjudul Risalatus Shiyam, Kyai Ali Maksum menerangkan tentang beberapa hikmah diwajibkannya puasa. Diantaranya, Pertama, pelaku puasa akan lebih dekat dengan sifat-sifat terpuji (malakiyah).
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Dalam kitabnya yang berjudul Risalatus Shiyam, Kyai Ali Maksum menerangkan tentang beberapa hikmah diwajibkannya puasa. Diantaranya, Pertama, pelaku puasa akan lebih dekat dengan sifat-sifat terpuji (malakiyah).
Assalamu’alaikum wr. wb. Shalat adalah kewajiban setiap orang mukallaf, dan jika ditinggalkan maka harus diqadla` begitu juga dengan puasa. Namun dalam kasus wanita yang haid, ia tidak ada kewajiban meng-qadla` shalat, tetapi berkewajiban meng-qadla` puasa. Padahal keduanya adalah sama-sama wajibnya. Karena itu kami mohon untuk dijelaskan dalil dan alasan kenapa wanita haid wajib meng-qadla` puasanya tetapi tidak wajib meng-qadla` shalatnya. Atas penjelasannya kami haturkan terimakasih. (Ummi Hani-Medan)
Dalam soal utang, jika si pengutang ternyata belum bisa membayar utangnya pada waktu yang telah ditentukan maka ia sebaiknya bicara kepada pihak yang mengutangi. Dan pihak yang memberi utang hendaknya memberikan tenggang waktu kepada si pengutang.
Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi yang terhormat, bagaimanakah hukumnya meng-hack jaringan internet yang beredar di luaran sehingga kita bisa ikut menikmati layanan internet dari hasil hack tersebut? Wa’alaikum salam wr. wb. (Hasibulah)
Assalamualaikum,sebelumnya saya ucapkan terimakasih, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya ikut KB? Wa’alaikum salam wr. wb. (Muhammad Masruhin, jln s. Parman 150 Kabupaten Jember)
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah yang sangat mulia, yakni puasa di bulan suci Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memanfaatkan bulan Ramadahan 1435 H ini dengan melatih diri serta berpacu memperbanyak amal ibadah agar kita senantiasa mendapatkan barokah dan ampunan.
Mencicipi masakan untuk disuguhkan saat berbuka puasa nanti, bisa dikatakan setengah wajib. Setengah wajib di sini tidak perlu dipersoalkan serius. Yang penting, sebelum masakan meluncur ke atas meja makan, rasa masakan itu harus dipastikan sip benar di dapur. Sebab masakan yang begitu banyak garam atau terlalu adem, dapat mengganggu selera makan.
Ramadhan adalah bulan istimewa. Keistimewaan itu tidak hanya terletak pada kewajiban berpuasa bagi umat muslim, tetapi juga pada ragam ibadah yang hanya tersedia selama bulan Ramadhan dan juga lipatan pahala bagi yang mengerjakan. Diantara ibadah yang hanya ada di bulan ramadhan adalah shalat tarawih. Seringkali seorang muslim menganggap sepele terhadap tarawih, karena jumlah rakaat yang panjang dan hukumnya yang sunnah. Berbeda dengan puasa yang diwajibkan selama bulan Ramadhan serta pahala yang dijanjikannya.
Pada dasarnya hakikat puasa adalah al-imsak yaitu menahan. Menahan diri dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa. Banyak orang berhasil melakukan puasa dengan menahan ini dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan pahala.
Pada kesempatan yang lalu telah kami bahas pertanyaan pertama dari Bapak Mulyadi Agung tentang shalat jamaah di masjid untuk perempuan. Sekarang, kami akan menjawab pertanyaan kedua yaitu tentang hukum perempuan pergi ke pasar/mall.
Dalam kitabnya Al-Ghunyah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menerangka bahwa Ramdhan dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Masing-masing mengandung makna tersendiri. Huruf ra’ mengandung ridhwanullah artinya keridhaan Allah swt. Huruf mim mengandung makna mahabatullah artinya kesayangan Allah swt.
Puasa Ramadhan berbeda dengan ibadah lain. Hal ini bisa dilihat dari ganjaran dan pernak-pernik lainnya. Kue tradisional yang tidak hadir di bulan biasa, bisa mendadak banjir begitu saja di bulan puasa. Demikian halnya dengan hasrat berbuat baik di hati banyak orang. Begitulah kalau ditinjau dari berkahnya. Demikian juga dengan niat puasa.